Rabu, 03 Juni 2015

ibu bahagia, anak pun sehat

Orang hamil itu ga boleh manja, nanti anaknya ikutan manja, ga boleh cengeng, ga boleh suka marah, nanti ngaru ke bayinya

Waktu hamil dulu, kata kata ini sering banget diulang, udah kaya makan bisa 3x sehari. Hehhe. Dulu sih nurut aja apa yang ibu bilang, karna kupikir ini buat kebaikan, meski kadang menimbulkan tanda tanya, apa iya perasaan kita akan menimbulkan dampak bagi bayi ?

Pertanyaan tersebut terlupakan bertahun tahun hingga akhirnya saya dapat kesempatan hadir di acara HAPPY MOMMY, HEALTHY BABY yang diselenggarakan oleh transpulmin dan kamillosan. Melalui undangan yang diberikan oleh mommiesdaily, saya berkesempatan mendapat ilmu dari pakar ternama, yaitu psikolog anak Anna Surti Ariani dan Dr Elizabeth Yomni selaku ketua Satgas ASI IDAI
Ibu Vera Oktavianti selaku product manager transpulmin dan kamillosan

Menurut penelitian 80 dari 100 ibu muda membutuhkan informasi yang lengkap dari pakar, maka dari itu transpulmin dan kamillosan ingin membantu para ibu dengan mengadakan acara HAPPY MOMMY HEALTHY BABY

Psikolog Anna Surti Ariani sedang memberi penjelasannya

Ibu alami depresi, anak cenderung memiliki gangguan psikologis

Menurut penuturan psikolog anak Anna Surti Ariani atau biasa dipanggil mba Nina, bahwa depresi pada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak akan menghambat pertumbuhan anak atau janin. Banyak ibu yang belum menyadari bahwa dirinya depresi, maka ada ciri yang perlu diperhatikan untuk tahu apakah kita depresi atau tidak

Ciri depresi

  • 1. Perubahan pola makan.

Ini berlaku untuk berkurangnya nafsu makan atau bertambahnya nafsu makan secara tidak wajar.

  • 2. Perubahan pola tidur

Sulit untuk tidur, atau bahkan mau nya cuma tiduuur aja, bisa jadi kita sedang depresi

  • 3. Perubahan kebiasaan

Kebiasaan berubah secara tiba tiba menjadi ciri sedang depresi, misalkan saja, biasanya kita suka merajut lalu tiba tiba ga suka dan terjadi dalam jangka yang cukup lama (ex 2 minggu), bisa jadi kita depresi.

Ketika kita depresi, tak ada kebahagiaan dihidup, lantas mampukah kita menjadi orang tua yang baik ? Mampukah kita mengawasi perkembangan anak kita dengan baik ? Itulah mengapa ketika kita depresi anak cenderung memiliki gangguan psikologis.

Bagaimana cara bahagia ?

  • 1. Tercukupi

Dikala semua kebutuhan kita tercukupi, saat itulah kebahagiaan datang. Ingat, kebutuhan adalah apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Misalnya saja saat akan melahirkan, apa yang kita butuhkan ? Dokter atau bidan yang cakap hingga dapat melahirkan dengan selamat. Itu kebutuhan, tapi kalau keinginan, bisa saja kita pengen lahiran di dokter A. Selain cakap, dia terkenal, artis dan bla bla yang sebetulnya tidak kita butuhkan


  • 2. Bersyukur

Masih berkaitan dengan yang pertama, bersyukur adalah kunci saat kebutuhan kita tidak sesuai dengan keinginan. Bersyukurlah


  • 3. Percaya diri

Percaya diri bikin bahagia ? Betul ga nih ? Betul dong, percaya diri membuat kita berjalan dengan mantap menggapai goal sehingga kita bahagia saat goal tercapai.
Games untuk mengenali sisi positif kita

Bagaimana agar percaya diri ?
Caranya dengan menggali sisi positif kita, kemudian lakukan 3 hal dibawah ini

  1. Kenali
  2. Akui
  3. Perhatikan


Banyak ibu muda yang tak percaya diri, bisa ga ya aku nyusuin anakku ? Aduh, asinya ga keluar, ah sufor aja deh ! Segala bentuk kepercayaan diri kita akan berimbas pada cara kita dalam mendidik anak.


  • 4. Sehat

Kunci dari segala kebahagiaan adalah kesehatan. Dengan sehat, kita dapat melakukan segala yang positif dan menghasilkan kebahagiaan

Ibu bahagia adalah ibu yang bisa mencurahkan segala daya dan upayanya demi pertumbuhan optimal anaknya. Salah satu daya yang dilakukannya adalah pemberian ASI alias Air Susu Ibu.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2010 : 15,3 % bayi kurang dari 6 bulan mendapatkan ASI eksklusif
Dr Elizabeth sedang memperagakan posisi menyusui

Dr. Elizabeth Yomni SpA selaku ketua Satgas ASI IDAI memaparkan angka seputar jumlah anak asi eksklusif yang sangat minim jumlahnya. Ini menjadi salah satu realita di masyarakat kita bahwasanya masih banyak ibu ibu yang kurang pengetahuan terhadap manfaat serta tata cara pemberian asi eksklusif

Kenapa harus ASI ?
Asi memiliki komposisi yang berubah sepanjang waktu mengikuti kebutuhan bayi
Asi juga memiliki faktor penguat kekebalan tubuh
Asi adalah spesimen yang spesifik
Bayi asi memiliki IQ lebih besar dari yang tidak ASI
Asi mengandung anti tumor ( HAMLET), anti viral dan anti bakteri
Asi meningkatkan harapan hidup pada bayi

Keberhasilan proses menyusui dipengaruhi oleh beberapa unsur, yaitu :

  • 1. IMD

Inisiasi Menyusui Dini adalah proses pengenalan bayi pada sumber kehidupannya di satu jam pertama kehidupannya. Caranya, bayi diletakkan di dada ibu, dibiarkan mencari puting ibu untuk kemudian dihisap begitu saat dia lahir


  • 2. Rawat gabung

Begitu dipindahkan keruangan, minta agar dirawat bersama anak atau rawat gabung. Hal ini dimaksutkan agar kita leluasa melakukan kontak fisik dan belajar menyusui yang membuat hormon prolaktin meningkat dan ASI jadi lancar


  • 3. Perlekatan yang benar

Banyak ibu yang mengeluhkan dia gagal menyusui anaknya karna meski sudah di susui lama sang anak tetap saja kehausan. Harus diperhatikan dengan benar posisi saat menyusui, perhatikan cara menggendong yang benar, yaitu perut ibu menempel dgn perut anak. Perlekatan pun harus benar, jangan biarkan anak hanya menghisap puting saja, tapi usahakan seluruh aerola atau lingkaran hitam disekitar puting ikut dihisap karna dibalik aerola terdapat jutaan kelenjar mengandung ASI.


  • 4. Posisi menyusui yang nyaman


Pada seminggu pertama, bayi akan mengalami penurunan berat badan sebesar 5-10%, jadi ibu tidak perlu cemas kalau masih belum bisa menyusui dengan baik, perlahan saja sambil terus belajar dan hindari memberi apapun selain ASI

Ibu baru mungkin saja akan mengalami lecet puting, atau masalah payudari seperti payudara bengkak dan bahkan mastitis, teruslah menyusui dan memompa asi agar produksi asi selalu meningkat, perbaiki perlekatan untuk menghindari puting lecet.

Penjelasan dari Psikolog anak Anna Surti Ariani serta Dr Elizabeth Yomni SpA ditutup dengan sesi tanya jawab yang seru dan bermanfaat serta games berhadiah


10 komentar:

  1. Saya juga lagi nunggu event yang begini di Surabaya, kayaknya banyak banget manfaatnya buat ibu-ibu muda. Terkadang miris membaca berita dibeberapa media akhir-akhir ini tentang keluarga yang menganiaya anak atau menelantarkan. Hmm, mungkin faktor salah satunya adalah baby blues

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, semoga segera ada di surabaya, soalnya ini bagus banget ilmunya. Hehehe.

      Aku speechless kalo ngomongin penelantaran, indonesia terlalu penuh dengan masalah seperti ini :(

      Hapus
  2. Ilmunya mantap neh...aduh knapa aku ga tau acara begini neh...tar ajak2 ya mba..hehe

    Makasih sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sering sering intip mommiesdaily mba, banyak acara kece yang bertaburan. Heheheh

      Hapus
    2. Sering sering intip mommiesdaily mba, banyak acara kece yang bertaburan. Heheheh

      Hapus
  3. sangat bermanfaat mba :) nice info ..

    BalasHapus
  4. berarti kitanya harus bahagia dulu ya mba kalo mau anak kita ceria :)

    BalasHapus
  5. untuk maslah perubahan pola tidur bagaimana ya bu ?
    saya sekarang itu siang buat tidur dan malam untuk kerja

    BalasHapus

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.