Sabtu, 31 Desember 2016

Blue Valley Series, Karna Kesedihan Pasti Berakhir


Libur tlah tiba, libur tlah tiba, hatiku gembiraaa.

Biasanya liburan begini saya gak bahagia bahagia amat, lha wong biasanya emang dirumah terus. Hihihi. Jadi pas liburan ya biasa aja. Tapi liburan kali ini jauh berbeda, meski tetep gak kemana mana, tapi saya ditemenin sama seri dari Blue Valley. Apa tuh ? itu BUKU!


Kalau biasanya seorang penulis bikin buku series, nah kali ini 5 orang penulis digabungkan untuk menulis 5 buku dengan satu tema yang sama dan dinamakan Blue Valley Series. Gak cuma tentang penggabungan penulis ini yang beda dari biasanya, tetapi penerbit kelima buku ini juga sesuatu yang baru. Dia memang gak baru dalam bidang entertaiment, tapi kiprahnya di bidang kepenulisan buku adalah sesuatu yang beda. Sebut saja namanya FALCON Publishing. Yuhuu!!

Sekilas tentang Blue Valley Series, tentu banyak yang mempertanyakan apa makna dari series ini. Sebetulnya, Blue Valley adalah nama dari suatu kompleks perumahan yang menjadi setting tempat dalam buku buku ini. Mereka semua tinggal dalam satu komplek yang sama namun memiliki kisah kesedihan yang berbeda. Iya, semua isinya menguak kesedihan. Tapi tenang, kesedihan yang diceritakan disini memiliki ending yang berbeda beda kok, kamu harus membaca sampai selesai untuk menebak bagaimana endingnya.


Sebut saja Bernard Batubara a.k.a Bara, penulis yang lahir di Kalimantan Barat ini menulis Elegi Rinaldo dalam series ini yang bercerita tentang kesedihan Rinaldo karna kehilangan seseorang dan menjadi dingin pada hubungan cinta.  Aldo yang digambarkan berambut keriting ini juga tinggal di blue valley no 19 bersama tantenya. Kisah cinta yang kompleks dimana masa lalu dan masa depan jsaling beradu membuat ceritanya semakinseru.

Bara, membacakan kutipan dari bukunya

Tak hanya Bara, ada juga penulis laki laki lain yang bergabung dalam series ini adalah Robin Wijaya. Berbeda dari penulis Radio Galau FM itu, Robin Wijaya mengangkat kesedihan dan depresi yang dirasakan oleh dua orang yang tengah menanti seorang bay namun mendapat sebuah tragedi. Kesal, depresi dan kesedihan mendalam diangkat dalam sebuah buku yang dimanakan Melankolia Ninna. Dengan membaca buku ini ada kesedihan yang menyusup relung jiwa, dan bagi saya yang juga seorang wanita seakan sedang menjadi Ninna dan ikut merasakan betapa sakitnya hati ini ketika harapan pupus.

Buku lain yang menguras kesedihan adalah Lara Miya yang ditulis oleh Erlin Natawiria yang menceritakan tentang seorang gadis nyetrik bernama Miya. Gadis ini digambarkan sedang mengalami pergulatan batin karna tinggal bersama tantenya karena suatu hal di Blue valley nomor 26. Bagaimana dengan rumahnya sendiri ? kenapa ia tak dapat kembali kesana ? semua di tulis dalam buku ini.

Bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita cintai ? bagaimana kalau dia itu pasangan kita ? yang telah berikrar untuk sehidup semati didepan Tuhan ? kamu akan mendapatkan jawabannya ketika membaca Asa Ayumi yang juga merupakan salah satu buku yang saya sukai dalam seri ini. Dyah Arini mengemas kesedihan bersama harapan harapan yang menyala dihati wanita bernama Ayumi. Kalau di buku Elegi Rinaldo kita disuguhi menu menu restaurant, di Asa Ayumi kita disuguhi nama nama kue yang menggiurkan jika dibayangkan.


Satu lagi seri buku dari Blue Valley berjudul Senandika Prisma, saya baca buku ini diakhir akhir setelah airmata kering abis baca buku lainnya. Eh tapi saya malah makin nangis baca buku ini. Bagaimana bisa Aditia Yudismengemas kesedihan seorang gadis yang gagal menikah sehingga bisa dirasakan oleh pembacanya. Buku bersampul putih ini layak menjadi teman saat sedang berlibur.

Dari semua buku yang saya baca, ada benang merah yang bisa dipetik, tentang harapan yang selalu ada saat keputus-asaan, kesedihan, dan depresi datang. Setiap orang dalam hidupnya akan menghadapi hal hal yang menyedhkan dalam hidupnya, namun semua bisa diatasi asal kita percaya.

2 komentar:

  1. Oh jadi serial Blue Valley ini endingnya bikin sedih, kak? Apalagi emang Benzbara juga terkenal suka bikin cerita sedih deh ya.. :D

    BalasHapus

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.