Minggu, 21 Mei 2017

Menjaga Ketahanan Pangan Melalui Inovasi


Kita patut bersyukur hidup diera dimana semua serba ada. kata bapak saya jaman dulu kalau mau makan singkong kami harus barter sama tanaman jagung. Tahukan tanaman jagung itu berbuah berapa lama ? selama itulah kami menunggu untuk satu jenis bahan makanan. Jaman sekarang ? semua serba instan, mau sayur tinggal beli ke swalayan, mau buah tinggal lari ke groceries. Sulit ? gak ada tuh kata sulit.

Sayangnya kemudahan ini berbanding terbalik dengan angka pertumbuhan petani di Indonesia. Bukan cuma petani, namun angka luas lahan pertanian per orang pun berkurang. Di tahun 2015 setidaknya hanya terdapat 0.22 ha tanah pertanian per orang, angka lahan ini sudah mencakup seluruh kebutuhan termasuk lahan untuk kandang hewan dan lainnya. Bahkan jika dibiarkan di tahun 2050 total pertanian hanya akan ditopang oleh 0.15 ha per orang. Semakin mengecilnya luas pertanian disebabkanb oleh banyak hal seperti pengalihan lahan pertanian menjadi bangunan, selain itu bertambahnya populasi penduduk juga menyedot perhitungan pembagian lahan per orang ini.

Dr.  Bayu

Lahan yang makin sempit, populasi yang meningkat, lantas bagaimana kita bisa tumbuh dan berkembang dengan hal ini ? disitulah kita membutuhkan yang namanya INOVASI.  Saat ini perkembangan masyarakat yang begitu cepat dengan teknologi yang melesat pesat membuat kita punya pilihan untuk melakukan inovasi terkini. PR besar untuk kita supaya mampu membuat inovasi berbasis teknologi untuk mengakali sempirnya lahan, apalagi dalam hal pertanian bukan hanya lahan yang dibutuhkan, ada air, sinar matahari, pupuk dan yang lain yang harus dipikirkan.

Selain inovasi, ada hal yang paling mudah kita lakukan yakni memulainya dari rumah sendiri. Menurut Dr. Bayu Krisnamurthi yang merupakan Wakil Mentri Pertanian tahun 2010-2011 mengungkapkan bahwa sebenernya kita bisa menekan  angka kelangkaan bahan pangan berbasis pertanian atau holtikultura dengan menanamnya sendiri dirumah. Misalnya saja cabai, sebetulnya kan kita cuma butuh beberapa biji saja, jadi sebaiknya kita tanam saja dirumah, jadi saat cabai langka kita bisa petik dari kebun sendiri. Menanam cabai tidaklah sulit, cukup dengan sekotak pot yang diletakkan didepan rumah.

Said Abdullah

Selain masalah lahan, jumlah petani yang ada di Indonesia juga jauh lebih menyusut dibanding beberapa tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan kesejahteraan petani yang kurang baik sehingga banyak anak petani yang enggan meneruskan peran orang tuanya sebagai petani. Menurut survey yang dilakuklan oleh Koalisi rakyat Untuk Kedaulatan pangan diketahui bahwa rata rata petani kita berusia 35 hingga diatas 45 tahun dan yang terbanyak adalah yang berada diusia 45 tahun atau lebih. Sementara anak anak petani hanya kurang dari 30% yang berniat untuk menjadi petani. Yang lucu adalah sebagian besar petani kita memiliki jenjang pendidikan sekolah dasar saja dan semakin tinggi pendidikan mereka maka semakin enggan mereka menjadi petani.

Sebenarnya disini ada tantangan buat kita para kaum muda untuk menjaga kelangsungan pangan karena tanpa inovasi bisa jadi puluhan yang akan datang kita akan mengalami krisis pangan akibat kekurangan tenaga dan lahan serta inovasi yang tidak berjalan. Siapa yang bisa melakukan ini ? ya kita kawula muda!

Ur Farm, salah satu inovasi pertanian


Adalah Dea Salsabila Amira yang merupakan pencetus inovasi penjualan produk pertanian dengan cara online. Gadis muda ini mendengar keresahan para konsumen terhadap sulitnya mendapat sayur mayur serta produk segar organik sehingga kemudian Dea berpikir bahwa ia harus menolong dengan membuat sebuah situs agar orang yang kesulitan mendapatkan sayur mayur ini dapat terpenuhi kebutuhannya. Ur farm juga memiliki inovasi terbaru yakni sebuah buku, yang jika dilihat secara umum tak berbeda dengan buku lainnya, namun apabila kita selesai menggunakannya dan membuangnya ke tanah maka akan ada benih yang tumbuh dari dalam buku ini. Yes, buku ini dilengkapi dengan benih sayuran yang gogreen dan bermanfaat ganda. Benih yang ada didalamnya seperti bayam, cabai, dan lainnya.


Selain buku, inovasi lain adalah penggunaan kantong plastiknya pun go green karena menggunakan singkong sebagai bahan dasarnya. Keren ya ? kalau penasaran bisa langsung deh kunjungi web dari Ur farm dan lihat kemudahannya.


Yuk mulai sekarang kita pikirkan inovasi apa yang bisa kita sumbangkan bagi kemaslahatan kondisi pangan kita. Jangan sampai nanti anak cucu kita mengalami masalah pangan. 

2 komentar:

  1. Kunci menjaga kesinambungan pangan adalah inovasi ya..

    BalasHapus
  2. Aku penasaran banget sama bukunya, pembicara yg hadir benar-benar membuka mata tentang pertanian ya

    BalasHapus

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.