Sabtu, 26 Agustus 2017

Jangan Sepelekan Diare Yuk Moms!


"Neng, tadi abhi makan es di sekolah trus seharian ini udah 5x bolak balik ke kamar mandi. Kayaknya diare deh" lapor pengasuh abhi yang hari ini saya mandatkan untuk menjaganya saat saya pergi kerja.

Saya langsung meletakkan tas dan peralatan saya, kemudian berlari kecil ke kamar mencari wajah yang tengah tertidur lelap. Aduh, kebiasaan deh kalo ditinggal sama orang anak suka ada aja kejadiannya. Alhamdulillah abhi masih terlihat segar, sepertinya belum diare akut. Masih dengan wajah panik saya menghampiri bibi dan menanyakan apakah abhi sudah dikasih larutan garam? Tadi lesu gak?

"belom neng, abhi gak mau makan apa apa, tapi masih lincah."
Ck. Saya melenguh panjang sebelum akhirnya membuka dompet dan mengeluarkan lima puluh ribuan dan menyerahkannya pada bibi. Kemudian beliau pamit dengan wajah yang gak nyaman. Mungkin dia juga gak enak karena Abhi diare karena kelalaiannya.

Diare itu momok


Bukan sekali dua kali abhirama terkena diare, dan biasanya hal ini disebabkan oleh faktor makanan yang dibelinya dari luar dan kurang higienis. Mungkin bagi para ibu, anak kena diare itu hal yang biasa, tapi kenyataannya diare tidak bisa diabaikan lho. Menurut data Riskesdas 2013 dimana 1 dari 7 anak Indonesia mengalami diare setidaknya 2 hingga 3 kali dalam setahun. Meski hal yang wajar, namun jika tidak ditangani dengan baik, maka diare bisa menjadi penyakit tingkat lanjut yang mampu menyerang sistem imun serta tumbuh kembang anak.



Melihat banyaknya anak yang mengalami diare, Nutricia Sarihusada lantas menggagas sebuah kampanye yang dinamakan Indonesia Merdeka Diare yang merupakan bentuk nyata dalam menghadapi masalah nutrisi yang kerap terjadi akibat diare. Tujuannya tentu ingin para ibu lebih aware dalam menghadapi masalah diare ini serta tahu langkah yang perlu diambil saat anak diare.



Sebetulnya, diare umumnya terjadi karena masalah pencernaan yang terinfeksi bakteri atau virus. Virus seperti rotavirus adalah penyebab terbanyak terjadinya diare dan 30% dari anak Indonesia mengalami diare karena intoleransi laktosa atau alergi pada laktosa. Pada kedua jenis penyebab diare ini biasanya dibedakan berdasarkan apa yang dimakan, namun pada umumnya keduanya mampu menyebabkan penyakit lanjutan jika tidak ditangani dengan baik.

Apa sih penanganan pertama pada diare?



  • Pertama, jika anak diare berilah mereka campuran air gula dan garam atau jika ada beri oralit.
  • Anak harus cukup minum agar tidak dehidrasi, perhatikan  juga kondisi fisiknya, jika terlihat lesu, lunglai maka kita perlu membawanya ke dokter dengan segera untuk mendapatkan tindakan lanjut
  • Perhatikan apa yang menjadi penyebab diarenya. Pastikan kondisi anak selalu bersih.

  • Beri anak nutrisi yang cukup sehingga ususnya cepat pulih. Jika anak didiagnosa lactose intolerance maka orang tua perlu menghindari konsumsi yang mengandung laktosa.

Selain melakukan tindakan pengobatan, jangan lupa juga untuk mencegah terjadinya diare dengan makan makanan sehat bernutrisi seimbang serta menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, selalu biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas untuk mencegah masuknya bakteri dan virus.

0 comments:

Posting Komentar

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.