Rabu, 06 Desember 2017

Anak Kuat Dari Dalam Karena Nutrisi Tepat


Punya anak yang sedang aktif aktifnya memang suatu kenikmatan sendiri. Nikmat merasakan lelah nya mengejar kesana kemari, nikmatnya mencuci pakaian kotor akibat lumpur dan yang lainnya. Serta banyak nikmat yang tak bisa dihitung. Capek? Tentu, tapi gak membuat saya lantas melarang sang anak untuk melakukan ini itu karena saat semakin banyak mereka mengeksplorasi lingkungan sekitar, semakin banyak pengalamannya serta makin bertambah pengetahuannya.

Selain kondisi fisik yang harus prima, anak anak yang masih dalam masa emas harus punya emosi yang stabil dan bahagia. Emosi, bisa dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah dari makanan yang ia makan. Pada kenyataannya, anak anak lebih rentan memiliki masalah emosi ketika perutnya bermasalah. Diare dan sembelit adalah salah satu masalahnya nih.


Selain masalah kesehatan pencernaan, makanan juga berpengaruh pada asupan nutrisi yang ia dapatkan. Pada usia 0-5 tahun, anak anak membutuhkan sejumlah nutrisi yang terbagi menjadi dua kategori seperti yang dijabarkan oleh Dokter spesialis gizi klinik dr. Diana F. Suganda, MKes, SpGK pada kegiatan Mom Blogger Gathering yang diadakan oleh Friso pada Sabtu, 2 Desember 2017. Dua jenis nutrisi ini antara lain

Nutrisi Makro


Di usia 6 bulan pertama bayi, mulai dibutuhkan nutrisi pelengkap untuk tumbuh kembangnya, ASI saja tidak cukup, itu mengapa kemudian ada MPASI atau Makanan Pendamping ASI. Fungsinya tak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mikro dan makro. Nah, makin bertambah usia, nutrisi ini semakin banyak dibutuhkan oleh anak kita.

Nutrisi makro diantaranya adalah Protein, Lemak, Karbohidrat

Karbohidrat



Yang kita tahu, karbohidrat bisa didapat dari makanan pokok kita seperti nasi, umbi umbian, dan juga berbagai jenis tepung.

Kalau dulu kita mengenal yang namanya 4 sehat 5 sempurna, beda lagi sama sekarang. Patokan hidup sehat kita adalah Pedoman Gizi Seimbang yang berbentuk piramida makanan. Karbohidrat ini berada di posisi paling bawah alias paling banyak. Tapi patut di catat, kebutuhan karbohidrat pada anak dan dewasa hanya 1/4 dari total piring makan yang artinya, bukan nasinya dibanyakin dan sayur lauk dan buah sedikit. Tapi harus seimbang.

Protein


Protein memiliki peran penting pada tumbuh kembang anak karena memiliki 3 fungsi utama yakni


  1. Untuk pertumbuhan fisik
  2. Perbaikan jaringan tubuh yang rusak
  3. Mengatur proses metabolisme tubuh


Anak anak memiliki kebutuhan protein sebanyak sebanyak 25-30 gr tergantung berat badannya. Kebutuhan protein ini tidak hanya didapatkan dari sumber protein hewani seperti ikan, daging, telur, susu tetapi juga dari protein nabati seperti tempe, tahu, kacang kacangan. Pada anak anak, kita perlu mengenakan dua jenis protein tersebut dalam satu piring makan. Tips dari dr. Diana adalah berikan lauk dengan protein nabati dan hewani dengan perbandingan 1:2.

Patut diingat kebutuhan 25-30gr protein ini berarti berat protein nya, bukan berat makanan yang mengandung protein ya. Misalnya saja, sebutir telur memiliki 6gr protein, berarti jika hanya makan telur, anak anak membutuhkan 4 sampai 5 butir telur tergantung berat badannya.

Lemak


Kalau orang dewasa menjauhi lemak, anak anak justru harus makan lemak. Tapi jangan salah, lemak yang dimaksud adalah lemak baik yang diantaranya terkandung pada kacang kacangan dan juga alpukat. Selain itu terdapat juga lemak tak jenuh yang terkandung pada minyak nabati seperti minyak zaitun, minyak canola dan yang lainnya. Yang patut diingat, dalam pengolahannya, minyak nabati yang berasal dari kacang kacangan ini tidak boleh dipanaskan dalam suhu tinggi karena akan berubah menjadi lemak jenuh yang akan menjadi penyakit bagi tubuh.

Nutrisi Mikro


Selain nutrisi makro, tubuh kita juga butuh nutrisi mikro yang berupa vitamin dan mineral. Dan kita semua tahu bahwa nutrisi mikro iki bisa kita dapatkan dari sayur dan buah. Sayangnya, tubuh kita sering mendapatkan nutrisi mikro yang sudah terlanjur rusak dan berkurang akibat proses masak yang berlebihan.

Pada sayuran utamanya, kita sering hanya mendapatkan ampasnya saja. Sedangkan nutrisi yang terdapat dalam sayur hilang akibat proses masak yang berlebihan. Sama hal nya dengan sayuran, protein juga sering hilang dan rusak akibat cara masak yang salah.


Pada beberapa masakan Indonesia, biasanya proses memasak yang lama dan berulang akan menambah citarasa misalnya gudeg, rendang dan yang lain. Pun dengan lauk sehari hari yang sering di proses berlebihan seperti ikan yang digoreng hingga garing supaya rasanya enak. Padahal memasak dengan cara ini membuat nutrisi makanan hilang.

Jadi bagaimana proses masak yang benar? Menurut dr. Diana, makanan baiknya di rebus atau di tumis beberapa waktu saja, jangan terlalu lama tapi juga jangan mentah.

Menggunakan bahan yang alami dan dari alam sangat disarankan untuk pemenuhan nutrisi baik mikro maupun makro.

Pencernaan sehat kunci anak Sehat


Pembahasan soal makanan memang gak akan ada habisnya mengingat yang kita makan setiap hari akan selalu berganti, tapi kuncinya, penggunaan bahan alami akan membantu anak untuk tumbuh dan berkembang lebih baik. Kenapa? Karena pada dasarnya makanan adalah benda asing yang masuk ke tubuh, didalam pencernaan, makanan diolah dan dipisahkan berdasarkan nutrisinya. Nah kalau ada benda yang tidak terserap tubuh semisal bahan pangan buatan, maka akan dianggap toxin dan tolak oleh pencernaan.


Nah gimana dong kalo makanan yang kita makan terus mengandung toxin? Tentu pencernaan anak akan mengalami masalah. Timbul lah yang namanya diare atau sembelit.
Menurut dokter spesialis anak dr. Aulia Fitri Swity, SpA, MKes, bermasalahnya saluran cerna akan berimbas pada tumbuh kembang sang anak. Tapi tenang, 12% dari anak Indonesia menderita sembelit dan 25%nya menderita diare, dan tugas ibu hanyalah menjaga agar anak makan makanan yang sehat dan bersih.


Friso sebagai nutrisi dalam keadaan alami
Ngomongin soal nutrisi anak, tentu gak jauh hubungannya sama susu sebagai salah satu sumber protein dan juga tambahan nutrisi untuk melengkapi kebutuhan si kecil.

Nah kebanyakan susu yang ada di Indonesia adalah melewati proses yang panjang hingga menyebabkan protein dari susunya menghilang. Padahal itu dia yang paling dibutuhkan ya gak sih? Makanya para ibu harus mencari susu yang prosesnya tidak membuat nutrisi dari susu hilang atau rusak.

Gak usah galau, karena ada susu Friso yang diproduksi dengan sistem one single process. Medical Marketing Manager Friso dr. Ruli P. A. Situmorang mengatakan bahwa Friso diolah dengan menerapkan konsep Nature science dimana seluruh proses produksi mulai dari pemilihan pakai ternak sapi hingga pemrosesan akhir dilakukan sendiri.

Friso memiliki peternakan sapi sendiri sehingga semua pemrosesan susu sapi hingga ke konsumen dilakukan sendiri. Sistem one single proses yang digunakan membuat susu tetap terjaga nutrisinya karena proses pemanasan yang digunakan tidak berlebihan. Ditambah lagi ada teknologi locknutri yang mengunci nutrisi terutama protein agar tetap terjaga kualitasnya sehingga mudah di cerna dan diserap oleh si kecil.


Dengan nutrisi dalam keadaan alami, anak anak akan kuat dari dalam sehingga jarang sakit, mampu tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi genetik nya. Siapa sih yang gak mau anaknya sehat dan kuat dari dalam? 




7 komentar:

  1. Wah, susu Friso emang bisa diandalkan untuk keamanan sistem pencernaan anak ya. Keren.

    BalasHapus
  2. Produk aman bagi pencernaan anak ya. Susu kadang cocok ga cocok juga ya buat bayi. Kalo ada yangvpenuh gizi dan aman bagi kesehatan pilihan banget deh buat orang tua

    BalasHapus
  3. Wah berarti nutrisi dari susu bisa rusak kalo proses pemanasannya berlebihan ya

    BalasHapus
  4. Nutrisi alami memang penting ya, sayang kadang kita lupa cara memasak sehingga bisa mengurangi bahkan merusak kadar nutrisinya

    BalasHapus
  5. Pencernaan kuat dan sehat memang penting krn pengaruh juga ke imunitas ya mbak. Thanks for sharing :)

    BalasHapus
  6. Setelah ikut event ini, jd makin tau soal per susu an, ya win. Dan soall pentingnya menjaga kesehatan sistem pencernaan

    BalasHapus

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.