Rabu, 03 Januari 2018

Sustainability Day ala Unilever

Berhubung udah mau menjelang 2018, saya mau bahas sesuatu yang lebih serius yakni perkara keberlangsungan hidup kita yang berkaitan dengan makanan, karena kita tahu, semakin tahun, semakin bertambah populasi penduduk kita, semetara itu lahan pertanian dan perkebunan yang ada di Indonesia makin menyempit karena adanya alih fungsi. Kalau sudah begini, kemana nantinya arah sistem pangan kita ? mau ngimpor dari tetangga ? atau malah mencoba berinovasi dengan yang ada ? inilah kemudian ada yang namanya food sustainability.

Salah satu perusahaan yang concern terhadap hal ini adalah Unilever, sebuah perusahaan yang sudah bertahun tahun ada di Indonesia ini telah lama mengembangkan sistem produksi yang ramah petani dan ramah lingkungan. Beberapa program yang dilakukan oleh Unilever salah satunya adalah pembentukan Unilever Sustainable Living Plan (USLP) dimana terdapat 3 pilar yakni
Pilar Peningkatan Taraf Hidup
Dalam komitmennya, unilever memiliki target pencapaian untuk meningkatkan lebih dari 500.000 petani kecil dan distributor skala kecil dengan melibatkan mereka dalam rantai pasokan barang. Di Unilever, pilar kemitraan dibangun salah satunya untuk pabrik kecap dengan pasokan kedelai hitam yang diambil dari petani lokal. Malika, si kedelai hitam ini kemudian dibuatlah kecap bango.

Bukan hanya mengambil bahan baku dari petani lokal, Unilever juga membantu petani melalui koperasi dengan memberikan akses ke permodalan, mengembangkan benih serta melakukan pemberdayaan petani perempuan.

Pilar kesehatan dan kesejahteraan
Dibawah unilever, ada perusahaan yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan salah satunya pepsodent dan lifeboy yang kemudian mengadakan kegiatan sosiala seperti dokter cilik yang diajaknya belajar tentang kesehatan dan kemudian diminta untuk menularkan ilmu tersebut pada anak lainnya. Kegiatan ini dilakukan di seluruh indonesia bahkan hingga ke negara tetangga sehingga dampaknya dirasakan semua pihak.

Pilar Lingkungan
 Di pilar ini, Unilever benar benar ingin membuktikan bahwa perusahaannya sangat peduli akan lingkungan, melalui pragram bank sampah dengan menggandeng beberapa pengrajin yang kemudian mendaur ulang sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih berarti lagi.

Dalam kegiatan Sustainable Day yang diadakan di Kantor baru Unilever di wilayah BSD, hadir beberapa pembicara yang berkompetensi dalam kegiatan ini salah satunya adalah kakak beradik youtubers. Anak muda ini diundang khusus untuk sharing apa itu sustainability bagi mereka dan apa yang bisa mereka lakukan untuk mendukungnya. Andovi da Lopez dan saudaranya khusus membuat sebuah video di youtubenya mengenai hal ini. Dikemas dengan kocak sehingga semua orang tahu karena terkadang kita berpikir bahwa keberlangsungan ini adalah sesuatu yang berat untuk dibahas.

Berbarengan dengan sustainable day ini, juga diadakan pemotongan tumpeng dari yayasan unilever indonesia yang mana telah genap berumur 17 tahun. Kiranya diusia yang saat ini, yayasan yang telah banyak memberikan sumbangsih ini dapat terus berkontribusi pada kegiatan sustainability yang tidak hanya bermanfaat bagi Unilever tetapi juga bagi masyarakat banyak.


On the last word, mari kembali bertanya pada diri masing masing, sudah kah kita memikirkan bumi yang kita pinjam dari anak cucu kita ini ? kalau belum, mari mulai pikirkan karena waktu kita sudah tak banyak lagi.

0 comments:

Posting Komentar

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.