Jumat, 07 September 2018

Main di Luar Rumah Bareng Tolak Angin Anak


Main ?

Kalo jaman kita kecil permainan diluar rumah itu ada banyak banget. Gobak sodor, paktekong, polisi penjahat, benteng, karet, engklek dan masih banyak lainnya. Kalo sekarang ? Masih ada sih yang main, tapi udah jarang banget. Kebanyakan anak anak udah terpapar gadget. Seharian didalam kamar sama gadgetnya tanpa mempedulikan sekitar. Atau malah gak pake gadget tapi disetelin di tv datar yang lebarnya se tembok rumah, pantatnya macam di pantek di tempat sampe gak tau lagi ini pagi apa malam.


Yah, dunia membawa teknologi dengan segala problema nya. Tapi, bukan salah teknologinya, tapi gimana kita sebagai orang tua bisa menuntun anak dan keluarga menuju manajemen waktu yang tepat. Boleh main gadget, tapi jangan lupakan kalo di luar rumah masih ada lingkungan yang perlu dia kenal. Jangan sampe dia lebih hafal tokoh kartun favoritnya ketimbang nama teman teman mainnya.

Kesadaran masyarakat yang rendah tentang pentingnya bergerak, baik bermain dan bekerja. Membuat anak anak kini jadi mahluk sedentary. Maka beberapa pihak yang sadar akan pentingnya bermain bagi anak mulai mengajak masyarakat untuk kembali bergerak. Salah satunya adalah Tolak Angin Anak yang kemudian mengadakan kegiatan bermain dengan orang tua dengan dibantu oleh komunitas bermain edukatif bernama Ayo Main.

Kegiatan yang diadakan di Bumi Bambini ini mengundang 30 anak beserta orang tuanya untuk mengikuti 6 permainan yang tidak hanya edukatif namun juga menciptakan bonding antara ibu dan si kecil. 6 permainan ini memiliki manfaat yang berbeda serta keseruan yang juga berbeda. Apa aja sih permainan nya ?

Melewati Spiderweb



Sebelum mulai bermain, anak anak di berikan dongen oleh salah satu anggota Ayo main. Ceritanya tentang lebah madu yang menghilang dari hutan. Nah si lebah ini akan di cari keberadaannya oleh anak anak ini. Maka masuklah kami ke dalam hutan.

Pertama kali yang kami jumpai adalah spiderweb, kami harus melewati rumah si laba laba yang penuh dengan telur laba laba dan gak boleh menginjak. Lucunya, gak cuma anaknya aja yang main. Orang tua juga harus melewati spiderweb ini. Hihihi. Kebayang dong betapa kacaunya keseruan ini.

Membuat Tas Anyaman





Selesai melewati Spiderweb, anak anak diajak berkeliling di pinggi tumpukan anyaman berwarna warni. Tugas anak adalah mengambil dua buah anyaman dan memastikan warna nya sama. Yang unik, buat ngambil nya gak boleh jalan, harus tiarap. Wah, anak anak diminta mencocokkan warna, dan berkordinasi dengan tubuh juga. Briliant banget permainannya.
Gak sampai disitu saja, kalo udah dapet anyaman bambunya, anak anak diminta membentuknya jadi sebuah tas. Dikasih pita supaya bisa menyatu. Dan taraaa, 5 menit langsung jadi.


Menyebrangi sungai penuh ikan


Buat saya, kegiatan ini sangat baik dimana saya dan Abhirama diminta saling kerjasama, berpegangan tangan agar tidak jatuh dari jembatan.

Menyenangkan sekali bisa ikut bermain bersama dia, dan tertawa bersama.

Menanam pohon


Bukan sembarang pohon yang kami tanam. Pohon ini adalah pohon yang tanahnya harus kami dapatkan segelas demi gelas yang di berikan secara estafet hingga ke pot.

Begitu batang pohon bisa berdiri, anak anak disuruh mengambil 5 helai kelopak bunga kemudian bersama sama disusun menjadi bunga matahari yang utuh. Waaah. Kreatif.

Melewati Badai



Apapun cuacanya, anak anak bebas bermain diluar rumah. Jangan takut anak sakit karena ada Tolak Angin Anak yang setia menemani. Buibu pada tau gak sih, tolak angin anak ini bukan cuma buat anak masuk angin tapi juga menjaga agar daya tahan tubuhnya tetap optimal. Anak anak rentan sekali mengalami penurunan daya tahan tubuh, bisa karena makannya yang kurang, terlalu banyak main, kurang tidur atau karena terpapar gadget. Tolak Angin Anak dengan bahan alami yakni madu, jahe, jeruk nipis ini merupakan obat herbal berstandar yang ada sejak 1930. Khasiatnya sudah terbukti bisa meredakan masuk angin pada anak.


Sebelum memasuki permainan selanjutnya, anak anak boleh nih minum Tolak Angin Anak dulu. Kemudian kaki orang tua diikat bersama anak lalu kami berjalan bersama. Lagi lagi kekompakan kami diuji nih. Tanah yang kami injak merupakan es batu yang licin, kalau gak hati hati kami bisa tergelincir. Trus ada badai buatan dengan dedaunan yang menyapu wajah. Gawat. Wajib kompak! Alhamdulillah kami bisa melewatinya dengan baik. Yeaaay!

Merangkai Peta Petunjuk



Yang terakhir dari kegiatan bermain ini adalah mencari petunjuk dari keberadaan lebah madu yang menghilang dari hutan. Kami diminta menganyam kertas di dalam tali yang sudah disediakan. Di anyaman tersebut akan di temukan peta, dimana lebah madu berada. Waaah, kami semangat banget menganyam dan menemukan lokasinya nih. Dan tadaaa, ternyata lebah madunya ketemu.


Anak anak bersorak gembira dan para orang tua pun bahagia. Kegiatan kayak gini kayaknya harus sering sering dilakukan karena sepanjang jalan Abhirama jadi happy dan mengulang terus cerita nya. Dan lucunya, saya juga ikut seneng karena memang permainan ini meningkatkan bonding antara kami. Terimakasih Tolak Angin Anak *kisss

0 comments:

Posting Komentar

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.