Minggu, 03 Maret 2019

Merawat NKRI dengan Kenduri


Gara gara politik,  kami yang lahir bersama,  tumbuh bersama dan besar bersama akhirnya terpisah.  Tercerai berai dan tak bisa kembali bersatu.

Teman temanku yang ku sayangi,  mulai melengos ketika kami bertemu di dunia nyata,  semua karena perbedaan pendapat kami di dunia maya. Apa yang salah?  Siapa yang patut disalahkan?  Akhirnya aku hanya bisa merenungkan diri terhadap ini semua.

Indonesia ku,  kini bersedih karena anak bangsanya,  yang kata bung Karno "beri aku 10 pemuda,  akan ku guncangan dunia" ini kemudian mulai memandang sinis pada kawannya. Oh Indonesia,  pemilu yang tinggal hitungan hari ini membuat kami yang berbeda pendapat saling memaki, saling mencaci.


Mungkin yang saya pikirkan ini juga dipikirkan oleh yang lainnya.  Maka dari itu beberapa orang kemudian mengadakan kegiatan guna mempersatukan NKRI sehingga bisa tertawa bersama seperti semula.

Adalah Kenduri Nusantara Doa Anak Negeri yang diselenggarakan oleh masyarakat Solo untuk umbul donga, memanjatkan doa bersama demi keselamatan negeri.


kenduri ini merupakan sebuah mekanisme sosial untuk merawat keutuhan, memulihkan keretakan, dan meneguhkan kembali cita-cita bersama, sekaligus melakukan kontrol sosial atas penyimpangan dari cita-cita tersebut. 


KENDURI NUSANTARA akan diadakan pada hari Minggu, 3 Maret 2019. Pukul 07.00 - 10.00 WIB di Benteng Vastenburg Surakarta.



Kegiatannya adalah memanjatkan doa bersama secara lintas iman untuk keselamatan negeri dilakukan oleh warga Solo bersama dengan ulama rakyat, salah satunya Gus Muwafiq.


Perhelatan ini merupakan inisiatif dari warga masyarakat Solo, sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi bangsa yang semakin jauh dari rasa solidaritas.


“Kami warga Solo tidak rela bangsa ini terbelah dan tidak tenang dalam melanjutkan membangun negeri demi kesejahteraan rakyat.” Kenduri dengan sajian tumpengan merah putih adalah simbol semangat, simbol kecintaan pada NKRI.



Masyarakat Solo berharap warga di wilayah lain seantero negeri bisa melakukan hal yang sama dengan cara dan bentuk sesuai dengan tradisi dan kepercayaan/keyakinan masing-masing. Inilah saatnya kita menata kembali ruang sosial kita, membuka kembali sekat-sekat, membersihkan kembali saluran-saluran yang kotor, dan menyiraminya dengan air kesejukan.


Kita rawat dan jaga bersama agar Ibu Pertiwi tidak bersusah hati. Mari bersimpuh dan memanjatkan doa. Demi kita semua, bangsa Indonesia. 


MasyaAllah,  semoga kita bisa merawat NKRI dengan lebih baik lagi.  Dan acara seperti ini bisa diadakan juga di tempat tempat lainnya sebagai bentuk kebhinekaan kita.

0 comments:

Posting Komentar

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.