Senin, 15 April 2019

Ayo Tanggap Alergi dengan 3K

Hari ini,  ingatan saya terpental ke 5 tahun silam,  saat anak pertama masih merah tapi gagal ngasih ASI.  Patah hati pasti,  tapi lebih dari itu.  Saya merasa gagal jadi ibu tatkala Abhirama yang berusia 2 bulan tiba tiba pup darah.  Terpotek hati ini ketika DSA mengatakan bahwa Abhi alergi susu formula.  Yah,  sedih banget.  Mana nyusuin nya masih pumping,  gak bisa full nyusuin aja dan Abhi gak mau direct feeding. 

Hal lain yang membuat sedih adalah saat itu saya gaptek banget untuk mengetahui ciri ciri alergi dan cara penanganan pertamanya sehingga Abhirama sudah terlanjur pup berdarah. 

Bunda Tanggap Alergi dengan 3K


Belajar dari masa lalu,  akhirnya saya memutuskan untuk lebih peka pada anak kedua saya.  Memang nih kalo punya riwayat alergi akan lebih beresiko mengalami alergi.  Misalnya saja kedua orang tuannya memiliki riwayat alergi,  maka resiko anak terkena alergi sebesar 60-80%,  jika salah satu orang tua memiliki riwayat alergi,  maka resikonya 20-30%. Nah kalo kasus Abhi misalnya,  Ran juga beresiko terkena alergi 25-30% sementara kalau kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi,  tetap ada resiko sebesar 5-15%.


Alergi ini bukan cuma berdasarkan turunan,  ada faktor lain yang mempengaruhi resiko alergi yakni, 
Melahirkan secara sesar beresiko menjadikan anak alergi karena bakteri baik pada perut si kecil tidak didapatkan dari operasi sesar.
Polusi udara,  seperti asap pembakaran sampah,  asap rokok,  asap kendaraan bermotor. 
Merokok dan minum alkohol saat hamil
Penggunaan antibiotik di awal kehidupan


Menurut Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes. – Konsultan Alergi dan Imunologi Anak menyebutkan bahwa Alergi adalah reaksi kekebalan tubuh yang tidak normal dalam mengenali bahan yg sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh.  Alergen atau pencetus alergi terbagi menjadi dua yakni yang terhirup dan makanan

Alergen yang terhirup: 
1. Tungau dalam debu
2. Serbuk sari bunga
3. Serpihan Kulit Binatang
4. Kecoa
5. Jamur

Makanan
1. Telur
2. Susu
3. Kacang kacangan
4. Seafood ( kepiting,  udang,  kerang,  calamari) 
5. Ikan ( baik ikan air tawar maupun air laut) 
6. Gandum

Sebagai ibu,  sudah tugas kita untuk tanggap pada alergi.  Ada 3 hal yang harus di lakukan yakni Kenali,  Konsultasikan,  dan Kendalikan. 

Hal yang pertama adalah mengenali gejala alergi pada anak.  Ada 3 jenis gejala yang bisa ditimbulkan oleh alergi yakni

1. Saluran pernafasan
Hidung berair
Bersin
Batuk kronis non infeksi

2. Kulit
Dermatitis Atopik
Urtikaria
Anglodemia

3. Pencernaan
Kolik
Konstipasi
Muntah
Diare

Setelah mengenali gejala alergi,  dan jika menemukan gejala ini pada anak anak kita.  Maka hal penting lainnya adalah mengkonsultasikan nya dengan dokter spesialis agar masalah alergi ini bisa segera di tangani.  Cek lab akan diperlukan untuk mengetahui apakah alergen yang mencetuskan alergi pada anak dan bagaiamana penanganan lanjutannya. 

Alergi yang dibiarkan akan menghambat pertumbuhan si kecil mengingat dengan gejala ini,  si kecil akan kesulitan untuk mengeksplorasi apabila alergen nya ada disekitarnya.  Maka penting bagi ibu untuk mengendalikan alergen sehingga anak anak tidak bolak balik sakit. 

Gizi yang tepat Bagi anak Alergi


Alergi di Asia ditempati oleh telur di peringkat pertama,  disusul oleh susu sapi.  Kenapa susu sapi?  Faktanya banyak pencernaan si kecil yang tidak berhasil memecah protein yang ada pada susu formula. Maka dari itu bagi anak yang tidak mendapatkan ASI dan disinyalir menderita alergi,  maka sebaiknya diberi susu formula terhidrolisat parsial. Nah untuk anak anak yang sudah dinyatakan alergi susu sapi,  maka diberikan Susu Soya sebagai pengganti Susu sapi. 

SGM punya nih,  susu Soya yang terbuat dari kedelai pilihan yang juga di fortifikasi dengan vitamin dan mineral lainnya sehingga bisa menggantikan susu sapi bagi anak anak yang alergi. Susu Soya dari SGM mendapatkan tambahan gizi lainnya.

Bagi anak anak yang alergi susu sapi,  mereka tentu ingin susu pengganti yang juga enak seperti susu sapi.  Nah cocok banget sama susu SGM Soya,  karena rasanya juga enak.  Gak kalah dari susu sapi. 


0 comments:

Posting Komentar

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.