Sabtu, 25 Mei 2019

Sebuah Panggilan untuk Berhaji


Mahh... mahh...  Nenek udah gak ada. Ucapku diseberang telfon mengabari ibuku yang masih di Jember kala itu.  Aku tak tinggal bersama nenek,  tapi jarak ku lebih rasional untuk selalu memantau kondisi nenek.  Dan sore ini,  kabar meninggalnya nde,  sebutan ku untuk nenek,  terdengar ditelinga. 

Diujung telpon sana ku dengar isak tangis.  Ya Allah,  pedih rasanya mendengar ibuku menangis.  Karena seumur aku hidup,  mama adalah orang paling tegar.  Letih tubuhnya dihantam pekerjaannya sebagai buruh cuci tak pernah dikeluhkan.  Bahkan kemiskinan yang menghimpit kami tidak pernah membuatnya menangis.  Kecuali kematian ibunya yang ku kabarkan lewat udara.

Cita cita nenek untuk naik haji


Ibuku pernah bercerita,  nenek adalah seorang juragan kambing.  Kambingnya ada satu rumah,  dan aku juga pernah melihat hal serupa.  Kandangnya ada di sebelah rumah,  ada 30an kambing disana. Tapi itu dulu, sekarang sudah beda. Muara Angke berkembang pesat, dan kambing mulai kesulitan mencari rumput.  Kambing itu dijual ditukar dengan beli emas. Kata nde,  emasnya nanti buat umroh atau naik haji. 

Entah bagaimana ceritanya kemudian nde bisa membuat tabungan untuk berhaji. Bukan tabungan khusus haji,  hanya tabungan biasa namun memang beliau cita citakan untuk biaya naik haji. Sayangnya,  adik mama terlilit hutang dan entah menggunakan hipnotis apa,  nde nurut saja menyerahkan ATM nya dengan alasan, beliau tak cakap menggunakan ATM. Berbulan bulan kemudian,  ketika uang sudah cukup untuk mendaftar haji,  nde hanya bisa gigit jari.  Uang tabungannya ludes hanya bersisa 50rb,  itupun dana mengendap yang tak dapat dicairkan. Pilu sungguh nasib nde. Bahkan sampai akhir hayatnya,  cita citanya belum terwujud. 

Umroh yuk! 


Kini setelah bertahun tahun berlalu,  menjelang Idul Fitri ini aku kembali teringat ucapan mama.  Mama pernah sekali nyeletuk,  " Win,  yuk kita umroh yuk! " Ah,  mama mungkin sedang teringat nenek,  atau memang hati kecilnya rindu rumah Nya.  Aku cuma bisa tersenyum,  sambil dalam hati berjanji untuk menyisihkan uang agar bisa umroh bareng ibu. 

Sudah lama rajin cari info umroh promo yang murah meriah dan aman. Sejauh ini ada beberapa yang menggiurkan untuk dipilih.  Tapi sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa travel untuk umroh, aku akhirnya berkonsultasi pada seorang teman yang lebih dulu berangkat ke tanah suci.  Terlebih saat ini banyak travel bodong,  yang menawarkan umroh murah tapi duitnya dibawa kabur. 

Ada tips nih buat menentukan travel umroh agar tidak tertipu. Apa aja?  Ini dia


1. Bandingkan harga
Jangan gelap mata memilih satu travel umroh hanya karena harga yang di tawarkan murah banget dibawah yang lain.  Cermati dulu dengan membandingkan harganya dengan yang lain.  Apakah rasionable atau tidak

2. Cari yang berijin usaha
Hari gini travel umroh yang bodong banyak banget lho.  Makanya jangan salah,  cari tahu dulu apakah mereka punya ijin usaha yang legal atau tidak.  Apakah kantornya berada di lokasi yang tetap atau tidak.

3. Cermat memilih
Banyaknya tawaran travel agent untuk umroh menuntut insting kita untuk lebih peka.  Jangan sampai salah memilih,  lihat testimoni nya apakah real atau tidak.  Juga tanyakan pada orang orang yang sudah berangkat bagaimana pengalaman mereka. 

Gak ada jaminan seseorang bisa lolos dari penipuan meski sudah menjalankan tips di atas,  setidaknya dengan cermat,  kita bisa menghindari hal hal yang tidak di inginkan. Yang paling penting adalah memastikan ibadah kita akan terjamin selama disana. Rajin aja cari promo di sosial media.  Misalnya mau berangkat bulan Desember,  maka carilah paket umroh Desember yang harganya rasional dengan fasilitas yang menjamin ke kekhusukan kita beribadah. 

0 comments:

Posting Komentar

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.