Jumat, 18 Agustus 2017

Solusi Kemacetan dengan LRT City

'

Hah, udah jumat aja lagi, ntar pulang kena macet lagi aja' keluh mbak mbak berkemeja dengan rok span rapih yang tampaknya mau keluar buat makan siang. Saya yang disebelahnya cuma bisa tersenyum kecut, membayangkan nanti sore mereka dempet dempetan di angkot baik transjakarta maupun kereta, atau stuck di dalam mobil dan motor sampai petang menjemput. Pengen saya pukpuk sambil bilang 'sabar ya mbak' tapi takut dikira sok akrab. Hahaha

Mbak itu hanyalah satu dari jutaan masyarakat Jakarta yang geleuh bin syebel sama kemacetan Jakarta tapi gak bisa apa apa. Akhirnya mereka hanya bisa mengalah sambil tiap hari mengelus dada. Sing sabar ya mbak, ini ujian. Meski freelance dan tinggal jauh dari jakarta, saya juga termasuk yang syebel banget sama kondisi ini karena hampir tiap hari kerja dijakarta dan mengunjungi wilayah macet seperti kemang dan kuningan. Pengennya sih tinggal di sekitar Jakarta aja, biar kalo kemana mana deket. Tapi percuma lah tinggal dijakarta kalo ketemunya macet macet juga karena kendaraan gak makin berkurang malah semakin bertambah.

Mbak Nuniek Tirta 

Menurut Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), pada tahun 2016 saja jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta dari kota terdekat Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mencapai 1.4 juta/ hari. Nah alasan inilah kemudian menjadikan Jakarta sangat macet cet cet. Padahal sama pemerintah udah disediakan berbagai transportasi seperti bus umum, angkot, Trans Jakarta, KRL dan berbagai macam angkutan online. Tapi ya tetep masyarakat dari luar Jakarta maunya naik kendaraan pribadi. Trus macet dan pemerintah yang disalahkan karenanya. Dari tahun ke tahun, masalah kemacetan memang menjadi polemik yang tidak ada habisnya serta menimbulkan banyak kerugian diantaranya kerugian materi yakni sebesar 28.1 triliun rupiah per tahunnya, juga kerugian psikologis yang tercermin dari betapa brutalnya pengguna jalan Jakarta.

Ibu Tika Bisono

Stress akibat macet membuat seorang karyawan menjadi tidak produktif bekerja karena semangatnya yang full dari rumah berkurang dan semakin berkurang akibat kelamaan dijalan seperti yang dituturkan mbak Nuniek Tirta Ardianto. Ibu dua orang anak ini juga mengatakan bahwa macet membuat waktunya untuk diri sendiri terbuang percuma sehingga stress makin menekan dan membentuk sebuah pribadi baru saat dijalan. Senada pula dengan yang dikatakan ibu Tika Bisono, Psikolog keluarga yang menjadi pembicara pada Talk Show - Blogger Gathering yang mengangkat tema Quality Time untuk Hidup Lebih Bahagia.

Jika terlalu lama dijalan raya, kita akan menjadi pribadi yang arogan. Gak mau lagi melihat sekitar dan bertempat, maunya sradak seruduk. Coba deh lihat kalo di lampu merah, waktu masih beberapa detik lagi menuju ke hijau tapi klakson dari kendaraan dibelakang udah berisik banget. Atau kalau lagi berdiri di pinggir zebra cross, ada kah yang mau berhenti ketika melihat kita sudah standby untuk menyebrang? GAK ADA! padahal kita tahu kan kalau sudah berdiri di situ artinya kendaraan punya kewajiban untuk berhenti.

Baru baru ini pemerintah mencoba mengatasi masalah kemacetan dengan memberikan moda transportasi massal baru yakni LRT dan MRT yang akan dioperasikan di tahun 2019. Keduanya digadang mampu menjadi solusi bagi kemacetan Jakarta, sehingga nantinya masyarakat tidak lagi membawa kendaraan mereka ke jakarta melainkan menggantinya dengan LRT maupun MRT.

Make LRT

Seperti halnya di kota Megapolitan yang ada di belahan dunia lain, LRT yang ada dijakarta juga akan membuat kawasan yang dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini menjadi pendukung dari penguraian kemacetan dimana konsep penataan kota yang terdiri dari hunian maupun komersial yang terintegrasi dalam satu kawasan dengan transportasi massal.


Adalah PT Adhi Karya yang mendapat kesempatan mengembangkan kawasan hunian masa depan ini dan diberi nama LRT City. Project Manajer Eastern Green yang hadir dalam acara yang diadakan di booth LRT City, Indonesia Property Expo 2017, JCC - Senayan mengatakan bahwa " Pengembangan LRT City ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan kehidupan yang lebih baik lagi."


TOD yang dikembangkan ini tidak hanya  hunian berupa apartemen tetapi juga ruko, mall dan beberapa fasilitas lainnya. Karena berjarak 0 km dari stasiun LRT maka disiapkan pedestrian bagi para pejalan kaki sehingga membuat nyaman penghuni. Dan tentunya LRT City ini terdapat di beberapa titik TOD di Jakarta diantaranya Sentul, Ciracas, Jaticempaka, dan Bekasi.





Apartemen dari LRT City memiliki 3 tipe yakni Studio, 1 Bedroom dan 2 Bedroom dengan luas ruang mulai dari 22m persegi. Tiap apartemen dilengkapi dengan fasilitas kelas atas seperti kolam renang, ruang serbaguna, mushalla, area bermain anak dan keamanan.
Read More

Nutrisi Anak Kunci Generasi Emas Tahun 2045

Dalam perjalanan menuju tempat kerja saya melihat anak anak kecil berlari dengan riang. Ah jadi ingat Abhirama, anak saya yang sering ditinggal bekerja. Pasti hari ini dia juga sedang berlari dengan kawan sambil mengunyah coklat kesukaannya. Melihat senyum yang menyiratkan kebahagiaan itu saya jadi senang sekaligus sedih, senang karena fitrah mereka yang suci, dan lugu masih terlindungi. Namun saya juga sedih, membayangkan yang sebaliknya diluar sana. Anak anak yang harus mencari nafkah, terampas masa kecilnya hanya demi sesuap nasi. Mau kemana bangsa ini jika akhirnya generasi emas kita harus seperti itu. Padahal 20 atau 25 tahun lagi mereka lah yang akan menggantikan kita memimpin Indonesia.

Di Indonesia, hak anak dilindungi oleh negara melalui undang undang, tapi sayangnya masih banyak sekali yang tidak taat hukum dan membiarkan mereka kehilangan haknya. Salah satu yang sering terjadi adalah anak anak kehilangan hak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup bagi tumbuh kembangnya. Mungkin beberapa diantara kita merasa sudah memenuhi hal tersebut, namun apa benar anak anak sudah mendapatkan nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan? 

Kemiskinan menjadi faktor utama masalah gizi, tidak hanya di Indonesia namun juga di belahan dunia lainnya. Tetapi kita sadar kini hidup di era informasi dan teknologi dimana penyebaran informasi sangat cepat sehingga masalah ini semakin berlarut. Banyak sekali hoax yang berkaitan dengan nutrisi dan kesehatan yang di telan mentah mentah oleh masyarakat awam dan mereka turut menyebarkan kembali sehingga jerat informasi yang salah semakin mengakar. 

Iklan iklan menggiurkan turut menyumbang gaya hidup yang salah sehingga masyarakat gemar mengkonsumsi fast-food yang tinggi lemak dan rendah nutrisi. Selain itu gaya hidup modern mendukung mereka melakukan hal tersebut. Para ibu jadi malas masak dan lebih mudah memencet smartphone untuk belanja makanan siap saji. Seperti yang dikatakan dr. Rahmat Sentika, Sp.A, MARS, yang merupakan Anggota Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia bahwa masalah gizi ini akan berimbas pada kesehatan anak anak yang akan memimpin Indonesia di tahun 2045 nanti. Apa jadinya jika saat ini anak anak anak kita lebih banyak yang mengalami masalah kesehatan seperti stunting, obesitas, kurang gizi dan masalah lainnya padahal di tahun 2045 merekalah yang akan menjadi warga Indonesia penerus kita. Jika kita diberi kesempatan untuk hidup dan melihat mereka, alangkah sedihnya membayangkan karena keterangan kita maka Indonesia menjadi semakin carut marut saja.

Untuk memutus mata rantai ini diperlukan kerjasama seluruh pihak terkait dan peran serta kita sebagai pemberi informasi yang tepat. Seperti mulai katakan stop pada ibu yang memberi anaknya susu SKM sebagai pengganti ASI, sebab SKM bukanlah susu yang sarat gizi. SKM hanyalah tumpukan gula yang diberi rasa lain, kandungan susunya hanya 30%nya saja. Juga katakan stop pada orang tua yang menyuapi anaknya nasi dengan snack seperti keripik atau pilus. Tak ada nutrisi yang bisa dicerna selain kandungan garam yang tinggi.




Read More

Rabu, 16 Agustus 2017

Merayakan Kemerdekaan dengan Mengunjungi Pameran Lukisan


Indonesia tanah air beeeeeeetaaaaaaa
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja puja bangsa


Orang Indonesia pasti tau dong ya sama lagu ini. Sebuah lagu yang menceritakan kecintaan anak bangsa terhadap tanah airnya yang selalu dipuji bangsa lain bahkan sejak jaman dahulu. Sebuah kenyataan yang membuat hidung kembang kempis dan bahagia karena terlahir sebagai anak Indonesia.

Meski banyak polemik yang terjadi di Negara ini, tapi kecintaan saya terhadap bangsa ini selayaknya lagu yang saya ketikkan dibagian atas tulisan ini. Sayangnya, banyak sekali yang gak sadar bahwa Negeri yang gemah ripah loh jinawi ini sedang berduka karena anak bangsanya saling bertikai tanpa etika di dunia maya maupun nyata. Bagaimana bisa membuat kita sadar bahwa ras, etnis, agama, adalah warna warna pelangi yang jika disatukan akan terlihat indah. Entahlah, saya sudah kehabisan kata kata untuk menjelaskan hal ini.


Bagi yang di dadanya masih ada kecintaan terhadap bangsa ini, ketimbang mengutuki satu sama lain, alangkah eloknya jika kita mulai memperdalam lagi rasa cinta ini. Dan kebetulan sekali ini bulan agustus, kenapa gak sekalian mencoba menapaki jejak pahlawan kita? Mungkin ini bisa menyadarkan kita juga, bahwa dijaman dulu pahlawan dari berbagai suku bangsa dan agama rela membaur dan bersatu demi negara tercinta. Mengenang jasa pahlawan bisa kita lakukan dengan belajar melihat sejarah melalui buku, ataupun melalui museum. Bisa juga melalui pameran seni yang sedang berlangsung.

Nah kebetulan di Galeri Nasional ada sebuah pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia nih, pas banget kalo kalian butuh pencerahan, kesempatan langka loh bisa lihat lukisan yang hanya ada di Istana, karena bisa jadi nihil buat kita jalan jalan ke semua istana Negara.




Pameran lukisan yang bernama Senandung Ibu Pertiwi ini menampilkan 48 lukisan dari 41 perupa baik lokal maupun mancanegara. Lukisan ini dipamerkan hanya sampai tanggal 30 Agustus 2017 saja loh, dan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya diadakan di tahun sebelumnya dengan lukisan hanya sebanyak 28 buah saja.

Nama nama besar seperti Basoeki Abdullah, Alimin Tamin, Raden Saleh Syarif Bustaman, Itji Tarmizi dan masih banyak lagi menghiasi tiap dinding yang seragam dengan tema tema seperti Keragaman Alam, Dinamika Keseharian, Tradisi dan Identitas, serta Khidmat dalam Kepercayaan dan Iman. Dari awal masuk, menyusuri lorong demi lorong hingga akhirnya terpatri pada lukisan terakhir, bagi yang hatinya penuh kecintaan pada bangsa ini tentu ada rasa haru, bahagia serta takjub.



Bukan tanpa sebab saya bilang begini karena kemarin di tanggal 9 Agustus 2017, saya dan 29 Blogger lain diajak untuk mengunjungi peran ini oleh Jadi Mandiri, sebuah wadah untuk mengekspresikan pikiran melalui tulisan. Seru dan bikin nagih, itulah yang saya rasakan saat pertama kali menatap tiap lukisan. Terlebih saat melihat lukisan yang merupakan saduran dari lukisan yang di buat oleh presiden Soekarno yang menggambarkan sebuah pantai dimana dulu dia dibuang dan diasingkan. Serasa ikut merasakan pedih serta sendu yang dirasakan ketika harus jauh dari sanak saudara.

Banyak Lukisan yang punya makna yang mendalam yang mampu meluluhkan hati kita hingga bergumam "Inilah wajah Indonesiaku".

Ah, ga asiklah kalo saya jelasin terus. Kalian dateng dan rasain aja sendiri. Inget, dateng! Kesempatan langka loh karena cuma terjadi setahun sekali saja. Masuknya gratis, gak bayar! Bisa ngajak sekelurahan, gak perlu bawa kamera ya, karena gak boleh dibawa, ada penitipan tas jadi kalian gak perlu bawa berat berat. Jaga tingkah laku dan jangan mojok meski tempatnya remang, itu pameran bukan warung. Kasih tau gw kalo kalian berhasil kesana dan jadi makin cinta sama Indonesia yaaaa. 
Read More

Senin, 14 Agustus 2017

Anak Kurus VS Malnutrisi, Kuncinya ada di MPASI


Entah sudah berapa banyak cibiran yang saya terima saat orang lain, baik yang kenal maupun tidak melihat tubuh Abhirama yang kurus kering.

"Kurang gizi" 
"Ibunya gak open ( gak mengurus, bahasa jawa)" 
"kurang makan" 
"cacingan" 

Dan yang baru baru ini malah bilang anak saya ketempelan jin, makanya badannya gak gemuk gemuk meski suka makan.


Sebetulnya sedih sih, apalagi kalau yang menjudge adalah seorang ibu juga yang notabene mengerti dilema wanita yang memiliki anak batita. Saya pun kalau boleh milih pasti maunya anak saya sehat dan kuat, serta gemuk kayak anak lain. Tapi apalah saya, segala vitamin sudah di beri, semua makanan sudah disodorkan, tapi anaknya gak jua gemuk.

Anak Kurus bukan Anak Kurang Gizi

Abhirama sejak usia 3 tahun beratnya tetap 15kg

Selama ini saya selalu menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi pada tubuh Abhirama. Kurusnya adalah salah saya karena lebih sering membiarkan ketimbang memaksanya makan. Dan saat baru lahir juga saya sempat kesulitan untuk menyusui karena berbagai alasan. Tapi bukan berarti anak kurus itu kurang gizi loh, bisa jadi memang dia punya bakat untuk kurus. Asalkan KPSP si anak sesuai dengan usianya dan tinggi badannya naik. Memang gak mudah menepiskan stigma anak kurus adalah anak yang memiliki gizi yang kurang baik, meski begitu, perlu ditelusuri apakah anak kita memang kurus karena wajar, atau kurus karena kurang nutrisi.

Tapi jangan dianggap wajar juga kalau anak kurus. Karena salah satu ciri anak malnutrisi adalah bertubuh kurus kering dan tidak tumbuh sebagaimana usianya.

Bahaya Malnutrisi


Tahukah anda, masa depan +- 40% balita dimasa mendatang adalah menjadi pengemis atau peminta - minta? Hal ini terjadi karena ternyata 40% dari anak Indonesia mengalami malnutrisi yang terlambat di tangani sebelum usianya 4 tahun. Apa hubungan antara malnutrisi dengan menjadi pengemis ya?

Menurut DR. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), dokter spesialis anak sub-spesialis nutrisi dan penyakit metabolik yang menjadi pembicara dalam acara talk show bertema Solusi untuk Menjawab Kebutuhan Nutrisi Anak  bahwa asupan nutrisi selama periode emas anak membentuk otaknya. Pembentukan otak ini terbagi menjadi 8 item yakni Vision Development, Speech Development, Emotional Development, Match/Logic, Sosial Attachment and skill, Motor development, Peer Social Skill, Language. Selain Peer Social Skill, pembangunan struktur otak lainnya dimulai sejak usia 0 bulan dan selesai di usia 4 tahun. 

Yang jadi pertanyaan, apa yang terjadi jika nutrisi tidak terpenuhi di 5 tahun pertamanya? Tentu sang anak akan kehilangan beberapa fungsi pembangunan otaknya terutama yang hanya berlangsung di usia tertentu saja. Hasilnya nantinya mereka akan menjadi anak yang kurang cerdas, tidak pandai bergaul, memiliki IQ dibawah rata rata serta memiliki tingkat kemalasan yang tinggi terutama pada anak yang vision development nya rendah. Inilah yang kemudian menghasilkan calon kategori 40% anak yang bermasalah depan sebagai pengemis dan lainnya.

Bayi yang mengalami malnutrisi masih bisa diselamatkan namun kelengkapan pembentukan otaknya tidak dapat diperbaiki karena hal ini hanya terjadi satu kali seumur hidup. Selain otak, malnutrisi juga menyerang fisik anak seperti menjadi stunting atau boncel atau bogel, atau pendek. Selain itu malnutrisi juga menyebabkan underweight atau berat badan kurang, overweight atau obesitas, dan gizi kurang atau gizi buruk. Dan prevalensi yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah stunting. Kenapa bisa terjadi stunting? 

Penyebabnya adalah kurangnya asupan nutrisi pada tubuh sehingga penurunan berat badan akan di kompensasi dengan penurunan tinggi badan untuk mempertahankan status gizi baik. Sehingga sepanjang mereka tidak mendapat nutrisi yang cukup, tubuhnya akan terus menyesuaikan diri dengan nutrisi yang ada. 

Masalah lainnya, sindrom stunting ini akan menyebabkan masalah jangka pendek dan jangka panjang diantaranya :

Jangka pendek : ketika masih anak anak

  1. Hambatan perkembangan
  2. Penurunan fungsi kekebalan
  3. Penurunan fungsi kognitif
  4. Gangguan sistem pembakaran lemak


Jangka panjang : ketika dewasa

  1. Obesitas
  2. Penurunan toleransi glukosa
  3. Penyakit jantung koroner
  4. Hipertensi 
  5. Osteoporosis


Lantas bagaimana cara mendeteksi dini masalah gizi ini? Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut

  • Menimbang berat badan, tinggi badan serta lingkar kepala di posyandu, puskesmas, rumah sakit atau klinik sesuai dengan frekuensi yang disarankan yakni
  1. Setiap bulan pada tahun pertama
  2. Setiap tiga bulan pada tahun kedua dan ketiga
  3. Setiap enam bulan pada tahun ke empat dan kelima

  • Mengkonsultasikan pada petugas apabila terjadi/dirasa terjadi penyimpangan dari garis pertumbuhan.


Bagaimana Asupan Nutrisi yang tepat untuk mencegah malnutrisi ? 


Menurut dokter Damayanti, makanan terbaik anak usia 0 hingga 6 bulan pertama adalah ASI. Sebab ASI yang paling kompleks nutrisinya dan dianggap mampu memenuhi kebutuhan bayi. Tapi bukan berarti kalo gak ASI berarti buruk ya, ada moment tertentu dimana ASI dianggap bukan solusi misalnya, berat badan bayi tidak naik sesuai dengan KMS atau bayi memiliki ciri malnutrisi. Kalau sudah ada tanda tanda begini, ibu jangan ngeyel mau menyusui dan harus ASI. Bawa ke dokter dan cari opsi lain yang bisa menyelamatkan pertumbuhan bayi anda. Dan yang perlu diingat sesuai dengan ujaran dokter Damayanti, jika anak alergi terhadap Susu sapi, bukan berarti kita boleh menggantinya dengan susu soya. Karena nutrisi berupa protein dari susu sapi berbeda dengan protein dari susu soya. Beri anak susu yang terhidrolisat parsial sebagai opsi pengganti susu sapi.

Menginjak usia 6 bulan adalah usia rawan malnutrisi karena bayi tidak lagi cukup hanya dengan ASI saja. Mereka membutuhkan tambahan bernama Makanan Pendamping ASI atau MP-ASI. Disinilah kesalahan sering terjadi, biasanya, kita menganggap sayur dan buah adalah yang wajib dikenalkan lebih dulu agar mereka 'suka' dengan makanan ini tanpa berpikir bahwa bayi pun butuh zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, lemak, dan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Jadi jika ditanya apa makanan bayi di hari pertamanya MPASI, maka jawabannya adalah buah yang lembek seperti pisang, pepaya, atau buah yang dihancurkan dengan di blender atau di kukus hingga lembek. Padahal gak ada salahnya loh memberikan bayi kita nasi dengan lauk pauk yang biasa kita makan seperti rendang, sayur sop atau yang lainnya karena menurut penelitian Menella di tahun 1995-2011 bahwa ternyata bayi sudah mengenal makanan yang ibu makan melalui air ketuban dan juga ASI. Jadi jangan salah kalau baru beberapa hari makan anak langsung GTM (gerakan tutup mulut), emoh makan karena yang dia rasakan saat itu berbeda sekali dengan apa yang bayi rasakan saat dikandungan ataupun saat menyusu pada ibunya.

Anak anak malnutrisi

Dokter Damayanti melanjutkan, tidak ada pantangan tentang apa yang bayi harus makan atau diperkenalkan bayi saat memulai MPASI, tapi jangan lupakan tentang gizi yang tidak ada di ASI dan harus dicukupi melalui makannya. Kebanyakan ibu Indonesia sangat gemar membuat makanan home made untuk MPASI dengan menggunakan bahan utama gasol, kemudian dicampurkan keju sebagai pengganti garam, dilengkapi dengan buah dan sayur yang kemudian kalo dirasain bahkan orang dewasa pun gak mau makan. Apa yang salah? Pertama, kita gak tau bagaimana gasol diproses, apakah itu cukup nutrisinya untuk bayi kita? Lalu keju sebagai pengganti garam. Jangan salah loh bu, ternyata antrim pada keju lebih tinggi ketimbang yang ada pada garam dan ini bukan sesuatu yang bagus. Yang paling penting lagi, bayi pun punya selera bu, kalo dari kecil dijejelin makanan gak enak, saat dia bisa menolak maka dia akan menolaknya dan terjadilah GTM. Pff.

Dari segala jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi kita, yang paling penting lagi adalah Zat Besi dimana perharinya dibutuhkan 10.2 mg zat besi guna pembentukan jaringan darahnya. Nah ternyata ada dua jenis zat besi yang harus ibu tahu yakni Heme Iron dan Non-Heme Iron. Perbedaan dari keduanya adalah yang heme iron didapat dari hewan, dan Non-Heme bisa didapat dari tumbuhan seperti sayur dan buah. Perbedaan lainnya adalah Heme Iron ini dapat diserap baik oleh tubuh dengan persentase terserap nya hingga 35% sementara Non-Heme berlaku sebaliknya yakni hanya mampu diserap 3-5% dari total yang dikonsumsi dan sisanya dibuang oleh tubuh. Itulah mengapa kita lebih dianjurkan mengkonsumsi hati ayam dengan kandungan zat besi sebesar 3.6 mg tiap 28gr nya dengan kemungkinan terserap tubuh sebesar 35% dibanding mengkonsumsi bayam yang memiliki kandungan zat besi 3.9mg tiap 100gr nya dengan kemungkinan terserap tubuh hanya 3-5%nya saja. Bayangkan berapa banyak bayam yang harus diberikan untuk mencapai kebutuhan nutrisi hariannya ?

Selain harus pandai memadukan bahan makanan agar tercapai kebutuhan nutrisinya, ibu juga dituntut membuat makanan yang bersih, higienis, cepat dan tidak ribet. Kalau bikin MPASI aja ribet, kapan ibu punya waktu buat ngurusin hal lainnya? Bagaimana ibu menyisihkan waktu untuk me time agar tetap waras? Belum lagi kalau kita menjadi ibu bekerja, makin sulit deh nyiapin MPASI berkualitas buat si kecil.

4-in-1 Healthy Baby Food Maker 

Maka dari itu ibu membutuhkan bantuan dari produk yang bisa memperingan pekerjaannya seperti Philips AVENT 4-in-1 Healthy Baby Food Maker yang menggabungkan fungsi kukus, blender, defrost, dan reheat dalam satu produk. Jadi bahan bahan segar dari rumah bisa langsung di kukus dengan tingkat kematangan yang merata tanpa harus di didihkan terlebih dulu. Nutrisinya juga gak rusak karena proses kukus ini. Kalau sudah tinggal dibalik langsung deh jadi blender buat menghaluskan makanan sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan bayi kita.

Bapak Yongky Sentosa selaku Head of Personal Health Philips Indonesia mengatakan bahwa Philips AVENT hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap nutrisi generasi emas Indonesia juga pada para ibu modern baik yang berada dirumah maupun yang bekerja diluar rumah.

3-in-1 Electric Steam Sterilizer 

Selain produk yang tadi saya sebutkan, rangkaian produk elektrik dalam mendukung pemberian ASI eksklusif dan juga makanan pendamping ASI lainnya adalah AVENT Comfort Electric Breast Pump dengan bantalan khusus yang menunjang kenyamanan dalam memompa ASI. Selain itu juga menghemat tenaga serta waktu sehingga ibu punya waktu lebih untuk melakukan hal yang lain. Produk lainnya yang tak kalah membantu adalah AVENT Fast Bottle Warmer yang berfungsi menghangatkan ASIP (Air Susu Ibu Perah) hanya dalam 3 menit. Ada juga Philips AVENT 3-in-1 Electric Steam Sterilizer yang berguna untuk mensterilkan botol susu. Seperti yang kita tahu, kebiasaan kita mensterilkan botol dengan cara merebus bukanlah hal yang baik karena partikel dari botol bisa saja terurai saat terkena panas dan tercampur ke dalam susu yang diminum anak kita. Tidak hanya botol, tetapi juga peralatan makan bayi kita bisa disterilkan dengan alat ini karena cukup lega bahkan untuk menampung 6 botol sekaligus.


Beruntungnya menjadi ibu di era saat ini, karena banyak sekali alat modern yang membantu kita. Nah buat yang penasaran sama produk yang saya sebutkan dan ingin membelinya, coba deh cek di JD ID karena disana ada promo yang sayang untuk dilewatkan. Jangan lupa juga untuk kunjungi Facebook Philips Home Living AVENT untuk informasi menarik lainnya tentang anak dan nutrisi. 
Read More

Minggu, 06 Agustus 2017

Jatuh Hati dengan Kasur Simply

Masa kehamilan ke dua ini bikin saya mulai dari awal lagi. Semacam hilang ingatan sama pelajaran hamil yang dulu udah pernah dirasain. Uring uringan pinggang sakit, mual muntah gak nentu, nafsu makan berubah. Alamak, semua dibikin drama. Tapi yang paling menyiksa adalah ketidaknyamanan saat tidur, dan ini belum dipernah saya rasain sebelumnya.


Bisa jadi karena tubuh mulai sensitif atau memang kasurnya yang gak nyaman. Emang sih, di kehamilan yang dulu saya pakai kasur yang pure busa tanpa ada per nya. Jadi gak menul menul dan bikin punggung sakit. Bisa jadi karena hal ini. Daripada celaka karena tiap malam merasa sakit, akhirnya saya berangkat untuk mengajukan proposal pembelian kasur baru sama pak suami, maklum lah, uang yang keluar harus atas ijin beliau. Hihihihi.

Setelah menunggu beberapa hari, ternyata suami saya setuju buat beli kasur baru, tapi dia mau kasur yang awet, yang minimal tahan 5-10 tahun. Saya sih setuju aja, tapi dananya itu loh. Pff, beli dimana kasur yang murah tapi nyaman???

Kasur Simple bernama Simply

Dalam kebingungan mencari kasur, datanglah undangan dari Komunitas Emak Blogger yang memilih saya untuk hadir ke Launching produk terbaru dari Simply. Pucuk dicintai ulampun tiba, saya nyari kasur, eh malah diundang ke Launching kasur. Hihihihi.


Dan yang bikin saya kaget ternyata kasur yang hari ini di Launching adalah kasur dengan teknologi terbaru dimana ukuran packing nya hanya sekotak dengan tinggi kurang lebih 1 meter. Tapi kalau dibuka kasurnya akan mengembang sampai seukuran yang tersedia yakni 120x200,160x200 dan 180x200. Wohh, kasurnya bisa mengembang besar tapi kualitasnya tetap nomor 1.


Dengan packing yang minimalis, kasur ini bisa dibawa sendiri tanpa bantuan banyak orang. Dibawah kotaknya juga terdapat roda sehingga mudah dibawa bahkan oleh wanita sekalipun. Meski menggunakan teknologi vacuum, kasur Simply tetap mengedepankan mutu dimana bahan yang digunakan bersandar internasional dengan ketebalan dan kenyamanan foam yang teruji. Kasurnya full busa tebal yang rapat tanpa menggunakan per. Ini nih yang saya suka, karena jujur kalo pake per badan jadi sakit karena menul menul. Hehehe

Asik nya lagi gak perlu waktu lama untuk mendapatkan kasur yang mengembang, setelah plastiknya dibuka hingga 4 jam kemudian kasur sudah ready digunakan bahkan dilengkapi dengan garansi hingga 5 tahun. Kalau kotor kita juga bisa mencuci cover nya karena kasur Simply juga dilengkapi dengan cover tebal yang bisa dibuka pasang untuk di cuci.


Ish, semua yang saya inginkan sudah ada nih, langsung pesan ah. Pesannya kemana? Kita bisa pesan secara online di Web simply, barang langsung diantar kerumah. Asik kan?
Read More

Jumat, 04 Agustus 2017

Yuk Periksa Kesehatan Kita Di PWHC

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Jaman saya sekolah dulu, slogan begini sering banget di tempel di ruang kelas. Dengan tulisan yang meliuk indah dan warna warni yang mencolok. Demi apa? Tentu supaya para siswa menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Tapi pada kenyataannya lebih banyak pasien rumah sakit yang berobat ketimbang mereka yang sekedar ngecek kesehatan. Padahal, biaya berobat itu lebih mahal lho daripada biaya cek kesehatan. Kenapa slogan mencegah lebih baik daripada mengobati gak kita terapkan lagi sekarang? Sebuah pertanyaan yang sederhana tapi ada seribu jawaban berbeda untuk menjawabnya.

" Tapi aku selalu berusaha untuk hidup sehat lho untuk menghalangi penyakit, masalahnya kalo periksa saat gak sakit itu malah takut ntar penyakit yang gak ada malah diada-adain" jawab Ningsih, wanita berusia 25 tahun bersenyum manis.


Tentu di era modern ini masih banyak orang yang sadar dan mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan secara dini. Hal ini juga bsa dilihat dengan berkembangnya Laboratorium Klinik yang menyediakan jasa preventif untuk memeriksakan kesehatan. Sebut saja PRODIA, pelopor sekaligus pemimpin laboratorium klinik di Indonesia yang sudah ada sejak 1973 lalu. Mungkin kita sudah gak asing lagi ya sama Laboratorium Klinik dengan logo berwarna kuning ngejreng. Tapi jujur, sebelumnya saya ngira Prodia ini adalah sekolah semacam bimbel gitu *tutup muka*

Tapi sekarang sudah kenal sih, saat BPJS berkerjasama dengan Prodia untuk pengecekan kesehatan berupa papsmear. Apalagi sekarang sudah dibuka Prodia Women's Health Centre (PWHC). Apa tuh?

Prodia Women's Health Centre

Ibu Rini Project Manager PWHC 

PT Prodia Widyahusada Tbk. berkomitmen untuk memberi yang terbaik bagi Indonesia. Sebab klinik yang telah beroperasi di 273 outlet di seluruh Indonesia ini sadar bahwa kesehatan masyarakat terutama wanita sangat penting. Apalagi populasi wanita di Indonesia hampir setengah dari total penduduk berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Itulah kemudian yang membuat Prodia kemudian meresmikan PWHC pada tanggal 8 Maret 2017 dan bertepatan dengan Internasional Women's Day.

PWHC dianggap sebagai part khusus dari Prodia yang spesial menangani kesehatan perempuan berbasis Women-Wellness yang pertama di Indonesia yang berlokasi di Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan. Layanan kesehatan ini berfokus pada Obstetric Gynaecology mulai dari pencegahan dini, pencegahan lanjutan, Diagnostic Center hingga konsultasi dengan dokter spesialis dan menggunakan peralatan canggih dan terbaru.

Dokter Raditya Wratsangka sebagai Dokter Penanggung Jawab PWHC 

Selama kurang lebih 4 bulan berjalan, PWHC telah melakukan penyuluhan atau edukasi mengenai kesehatan terutama pada wanita dengan menggandeng komunitas wanita seperti WBI, HMCI, dll. Nah, pemberian edukasi ini terbuka bagi siapa saja lho, tempat dan pembicara ya difasilitasi secara gratis oleh Prodia. Selain edukasi, vaksinasi atau imunisasi juga merupakan salah satu bentuk pencegahan dini nih, jadi buat para wanita, sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi di Prodia karena disini vaksinnya lengkap.

Ruang Tunggu di Tiap Ruang Konsul

Pencegahan lanjutan seperti medical check-up, tes laboratorium lengkap, maupun papsmear disediakan disini. Sebelum melakukan semua tindakan kita akan berkonsultasi dengan dokter team yang mana memiliki manajemen pasien yang prima. Disini pasien tidak dijadikan komoditi tetapi sahabat yang didengar curhatnya, dokter juga gak langsung mendiagnosa pasiennya ataupun melakukan tindakan yang umum, tapi mendalami karakter dan fungsi sehingga tindakan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Tempat Konsul

Sistem antrian di PWHC juga lebih teratur karena kita bisa booking jadwal bertemu dengan telfon. Jadi bisa menyesuaikan dengan waktu kita nih, tentunya gak ada lagi yang antrian menumpuk atau menunggu lama. Dan waktu kita untuk diskusi jadi lebih banyak dan lebih private. Bukan hanya soal antrian, ruang konsultasi juga di desain untuk menunjang Kenyamanan dan privasi pasien. Ruangnya lega dengan suasana yang lebih mirip hotel ketimbang klinik.


Buat yang penasaran seperti apa sih PWHC itu, mending datang langsung deh ke Jalan Wolter Monginsidi dan jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan kalian karena ada promo menarik serta paket bundling buat pasien yang datang
Read More

Kamis, 03 Agustus 2017

Cerita Trimester Pertama : Pentingnya Dukungan Sekitar Terhadap Bumil dan Busui


Setelah heboh sama fase mual muntah yang saya lewati, kini nongol fase baru yakni jerawatan. Makkkk, sedih banget liat muka tiba tiba gradakan dan gak mulus seperti biasanya. Selain jerawatan saya juga jadi gampang kembung dan juga pipis terus. *alah semua wanita juga gitu pas hamil, kamu aja yang manja sist*

Iya kali ya, meski ini merupakan kehamilan kedua tapi saya sulit memungkiri bahwa saya sudah lupa rasanya hamil pertama dulu. Huhuhu. Selain masalah kehamilan yang berhubungan dengan hormon, saya juga lupa sama nutrisi apa saja yang harus saya konsumsi dan yang gak boleh saat hamil. Padahal jika mendengar pemaparan dari dokter Dr. dr. Ali Sungkar SpOG (K) tentang nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan yang memengaruhi kecerdasan dan tumbuh kembang anak, kita perlu banget memantau nutrisi yang masuk kedalam tubuh kita saat hamil  bahkan sebelum hamil.


Tidak hanya menyoal nutrisi, ibu hamil dan menyusui juga rentan terkena masalah psikologis. Saya mengaminkan banget hal ini, karena baru hamil 8 minggu aja saya merasa lebih cranky dan rapuh banget. Kan maen dramanya, dikit dikit sebel dan kesel, apalagi kalo orang disekeliling terlalu cuek bebek, rasanya pingin nangis. Dramak! Eh tapi yang kayak gini normal kok, perubahan fisik dan hormon dari bumil dan busui membutuhkan penyesuaian psikososial, jadi kalo hal ini terjadi jangan judge kami 'Manja' plis. Malah jangan disepelekan loh, karena ternyata kami bisa mengalami masalah serius dengan kesehatan jika tidak ada dukungan dari lingkungan sekitar.


Pentingnya dukungan keluarga dekat dalam masa kehamilan dan menyusui kemudian di presentasikan dalam sebuah kampanye Anmum #CelebrateTheExtraordinary yang diadakan di Jakarta, 1 Agustus 2017. Kegiatan ini sekaligus sebagai perayaan Breastfeeding Week 2017 atau yang kita kenal sebagai Pekan ASI Sedunia 2017. Sebagai mantan ibu menyusui dan juga calon ibu menyusui, kegiatan ini harus sering diadakan guna mensupport para busui dan bumil di Indonesia. Rohini Behl as Marketing Technical Advisor, Fonterra Brands Indonesia yang menaungi berbagai produk yang mendukung bumil dan busui menjelaskan bahwa Anmum dan Fonterra Brands Indonesia ingin menjadi bagian pendukung dari masa ke masa kehamilan dan menyusui dari Ibu. Melalui studi yang mereka lakukan, hasilnya mengungkapkan kecenderungan bahwa jika Ibu tidak didukung dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang kesehatan dan nutrisi bumil dan busui maka kesehatan dan kesejahteraan mereka dapat terkena dampaknya. Sedih gak sih kalo gak punya orang yang care sama kita? Dengan begini kita tahu setidaknya Anmum peduli dong sama kita. Jadi you're note alone!

Berdamai dengan masa menyusui


We know each other, terutama buat yang lagi nyusuin atau pernah menyusui, tentang bagaimana sulitnya menjadi perfect mom dimata orang lain terutama keluarga deket. Saya aja deh contohnya, baru aja melahirkan, 2 jam diruang operasi, 2 jam di ruang pemulihan, dan saat dipindahkan ke ruang perawatan saya hectic karena Abhirama dulu gak mau menyusu dari saya. Sakit rasanya, tapi lebih sakit lagi mendengar judge dari keluarga yang mengatakan saya gagal 2x. Pertama saya gagal menjadi ibu karena melahirkan secara sectio, kedua saya gagal pula jadi ibu karena anak saya gak mau nyusuin langsung. Are you kidding me? Saya yang berjuang mati matian untuk melahirkan normal dengan 8 jam proses Induksi dan berakhir di meja  operasi karena dokter gak mau ngambil resiko. Dan selepas itu saya malah dituduh gagal jadi ibu karena hal yang saya pun gak menginginkannya. Huhuhu. Ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang terjadi. Dan benar pula hasil study yang dilakukan Fonterra dimana dikatakan prikologis ibu berpengaruh pada kesehatan dan nutrisi yang masuk. BENER BANGET!! Sebab karena lelah menerima judge saya lantas lebih sering nangis dan membiarkan anak saya di handle sama orang lain. Saya bahkan merasa amat kesal melihat wajah anak saya karena dialah yang menyebabkan ini terjadi. Kata dokter, ini sindrom Baby Blues.


Nyatanya bukan cuma saya yang mengalami rintangan selama menyusui, Artis tenar yang namanya terkenal berkat Grup vokal AB3, sekaligus ibu dari si kembar Tatjana dan Bima yakni Cynthia Lamusu juga mengalami hal yang sama. Penantiannya memiliki buah hati setelah menikah 8 tahun dengan Surya Saputra membuat Ibu cantik ini akhirnya memiliki buah hati dan kembar. Ah, bahagianya. Tapi dibalik kebahagiaan tersebut tersimpan cerita duka dimana Cynthia harus berjuang menyusui ke 2 bayinya yang terlahir prematur. Bolak balik ke rumah sakit, memompa asi hingga berbagi tugas dengan sang suami dalam merawat si kembar. Untungnya segala rintangan ini bisa diatasi berkat dukungan keluarga terutama sang suami. Menurut ceritanya, mas Surya sering membantunya melakukan pijat laktasi yang berguna melancarkan ASI dan ini sangat bermanfaat. Selain itu tentu Mas Surya lah yang membantunya dalam menjaga buah hati mereka terutama saat dirinya lelah.


Hikmahnya adalah ternyata fase hamil dan menyusui bukan saja menjadi tanggung jawab ibu tetapi juga ayah serta seluruh anggota keluarga yang terhubung langsung dengan ibu. Dan buat saya kebahagiaan saat hamil dan menyusui adalah dimanjakan dengan hal hal kecil semisal segelas susu Anmum Maternal dengan rasa baru yakni coklat yang senikmat coklat Swiss. Ah, membayangkannya saja sudah bikin air liur mengalir ke tenggorokan, apalagi kalau yang bikinin suami tercinta ya moms. Double Happy rasanya. Yang terpenting adalah dalam segelas Anmum Materna sudah terpenuhi kebutuhan kita akan nutrisi mikro dan makro yang dibutuhkan ibu dan janin. Dengan tambahan DHA dan GA, ibu tidak perlu cemas dengan pertumbuhan otak janin didalam perut. Nah jadi gimana nih happy bumil, sudahkah mendapat dukungan dari lingkungan sekitar? 
Read More
Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.