Selasa, 05 September 2017

Buku Jannadriyah, Sebuah Perjalanan Sejuta Rasa

"Mas kita jalan jalan dong, biar kayak orang orang. Temenku enak banget loh, bisa tinggal diluar negeri, foto fotonya bagus."

Tanpa bicara pak suami nyodorin sebuah buku tebal, berwarna coklat muda dengan sampul yang sederhana. Saya melirik kesal, kok ya aku ngajak jalan jalan malah dikasih buku. Tapi karena penasaran akhirnya dibaca juga bukunya, ternyata ini adalah sebuah novel.

Jannadriyah


Membuka halaman demi halaman dengan berbagai ekspresi layaknya seseorang yang sedang kerasukan. Ya, cerita dalam buku ini mengisi separuh nyawa saya sehingga seolah olah saya adalah Rahmat, anak desa yang dari penggambaran karakternya adalah seorang laki laki yang tekun.

Penulis Jannadriyah 

Buku ini tentang perjalanan seseorang, sesuai dengan sub judulnya yang terpampang di muka. Tapi bagi saya sang pembaca, ini bukan sekedar perjalanan biasa. Ini perjalanan hidup yang jika ditilik terasa penuh makna.

Adalah Febrian  Rahmatulloh, laki laki usia matang yang merupakan lulusan UGM, seorang suami yang terlahir sebagai pemuda desa. Dialah penulis yang menuturkan perjalanan hidupnya ke dalam sebuah buku. Dibantu penulis kondang Mbak Achi TM, yang baru baru ini menelurkan film komedi romantis islami berjudul Insyaallah Sah yang diangkat dari novel best seller miliknya dengan judul yang sama.


Yang unik dalam kerjasama ini adalah perpaduan dari mas Rahmat yang jebolan statistik, dimana dia terbiasa dengan hal hal yang sifatnya ilmiah, kemudian menulis sebuah novel yang meski bersumber dari kehidupan nyata tetapi bahasanya harus lah mengalir dan tidak kaku. Disinilah peran Mbak Achi untuk menggiring ceritanya menjadi lebih hidup dan menarik untuk dibaca. Menurut mbak Achi TM, disinilah tantangan yang harus dia hadapi, dimana dua orang dengan basic yang berbeda harus menumbuhkan chemistry sehingga buku ini bisa dilepas di pasaran.


Menurut sudut pandang saya, calon pembaca Jannadriyah ini wajib menyiapkan mental, karena di dalam buku ini banyak sekali gambaran keindahan lingkungan tempat tokoh Rahmat berada. Takutnya malah pengen jalan jalan setelah baca buku ini. Oh iya, judul Jannadriyah ini diambil dari nama festival yang diadakan di Riyadh sana, dengan makna bahwa buku ini menyimpan banyak sekali warna selayaknya festival. Seru, menggelitik, menyedihkan, pokoknya campur aduk deh semua perasaan tertuang disini.


Jangan lupa beli bukunya gaes, buku terbitan Emir Book yang merupakan anak perusahaan Erlangga ini bisa ditemukan di toko buku di seluruh Indonesia. Dan dengan beli buku ini, kalian ikut berdonasi karena keuntungan yang didapat oleh Mas Rahmat akan disumbangkan untuk pendidikan  anak pedesaan.

1 komentar:

  1. Bikin novel duet...kebayang yaa, menyatukan dua isi kepala. Bikin sendiri aja gak kelar-kelar (itu mah saya ;p)

    BalasHapus

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.