Jumat, 09 Agustus 2019

Serba Serbi Dana Pendidikan Anak dan Asuransi Pendidikan


Pagi ini saya dan beberapa ibu ibu terlibat percakapan hangat,  bahasan kami adalah MAHAL NYA BIAYA PENDIDIKAN!!  Langsung pake capslock biar keliatan jelas.  Hahaha. Abis gimana ya,  kami sebagai manajer keuangan keluarga merasa kalau jaman sekarang ini biaya sekolah semakin mencekik leher.

Baru kemarin juga denger salah satu perusahaan penasehat keuangan independen ngebahas soal Biaya Pendidikan. Alamak,  jaman sekarang ternyata biaya pendidikan itu mahal banget.  Untuk mendapatkan pendidikan yang mumpuni di sekolah bonafide,  kocek yang harus disiapkan berkisar jutaan hingga puluhan juga. Itu baru biaya sekolah aja,  gak termasuk buku buku sekolah dan biaya lainnya.

Menurut si penasehat keuangan yang bahas soal biaya pendidikan ini,  katanya tiap tahun biaya pendidikan naik 40%. Ebusetdah,  harga emas aja gak segitu naik nya ya khan buibu?  Mumet gak sih kalo anak anak udah siap masuk SD tahun depan trus kita gak punya pegangan apa apa? Marilah kita berpelukan deh.

Yang penting dan gak penting dari dana pendidikan.


Nah bahasan blog kali ini adalah sesuatu yang serius banget.  Saya mau bahas soal penting dan gak penting yang harus kita lakukan agar dana pendidikan bisa aman hingga nanti anak anak kuliah.

Bahas yang mana dulu nih enak nya?  Yang penting dulu,  atau yang gak penting dulu?

Yang gak penting dulu deh.  *terserah lo win,  terserah* ahahaha. Jadi,  apa aja sih yang sebetulnya gak penting dalam menyiapkan dana pendidikan?

1. Yang paling gak penting dalam menyiapkan dana pendidikan anak adalah gengsi. Sebenernya gini,  hampir separuh orang tua,  menyekolahkan anaknya di sekolah tertentu karena gengsi. Mereka ingin anak anak dapat bersekolah disekolah yang bagus dan bergengsi agar mereka juga gak malu nyebutin sekolah anaknya.  "Sekolah dimana si Abhi bu?  Oh ini di Cikal".  Ea ea ea.

Gengsi hanya akan membunuhmu.  Jadi sebelum menentukan mau sekolah dimana,  pastikan  kamu udah menyingkirkan gengsi mu sebagai orang tua.

2. Ngentengin Biaya Sekolah Anak. Gak boleh ya buibu.  Jangan berpikir " Ah,  sekolah mah yang penting SD aja dulu,  SMP SMA apa kata nanti" Oh big no syekaleee.  Beneran deh,  kita gak tau sampe kapan kita hidup,  sampe dimana roda kehidupan berputar.  So,  selama roda kehidupan mandek di saat anda kaya raya,  segeralah siapkan dana pendidikan untuk si kecil.

Yang penting dalam menyiapkan dana pendidikan.



1. Survey dan bandingkan

Sejujurnya sekolah jaman sekarang itu udah bisa diliat banget kualitasnya.  Ada sekolah sekolah yang biaya pendidikannya rendah,  tapi fasilitasnya minimalis dan output nya apa kadarnya.  Ada juga sekolah yang biaya pendidikannya fantastis,  tapi anak anak dapat fasilitas mumpuni dengan jebolan yang bisa dibilang berkualitas. Sebut saja sekolah Islam,  sekolah Internasional,  sekolah Alam,  dan sekolah sekolah lain yang mematok standart khusus bagi muridnya.  Fasilitas serba ada untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.  Dan semua itu butuh DUIT!  Rasional dong ya,  soalnya mereka bangun semua itu dengan duit,  tenaga kerja yang digunakan pun dibayar pake duit.  Yakali pake daon.  Wkwkwk.

Nah jadi wajar banget kalo harga sekolah saat ini mahal mahal.  Tapi harus jeli juga ya membandingkan fasilitas yang disediakan dengan biaya yang ditawarkan.  Liat juga bagaimana akreditasi,  kualitas lulusannya dan cara pengajaran sekolah tersebut. Kalau udah cocok sama sekolahnya,  bisa tuh mulai compare kira kira berapa dana pendidikan yang mungkin akan di keluarkan hingga lulus sekolah nanti.

2. Pertimbangkan Biaya Gaya Hidup.

Sejujurnya gaya hidup sih gak boleh lebih besar dari pendapatan,  tapi meski begitu,  mengirimkan anak ke sekolah yang didominasi oleh orang orang middle to up membuat kita mempersiapkan kemungkinan timbulnya biaya biaya tak terduga akibat gaya hidup.  Misalnya nih,  paling gampang uang jajan anak. Uang jajan anak harus disesuaikan sama harga makanan di kantin dong.  Jangan sampai mereka merasakan yang bapak dan ibunya lakukan jaman muda.  Makan gorengan 5 ngaku nya 3. Hayo ngaku? Hahaha.

Biaya lainnya yang masuk gaya hidup adalah biaya piknik anak. Biaya piknik anak ini lagi lagi disesuaikan sama sekolahnya.  Biasanya ada kegiatan tahunan seperti fieldtrip atau semacamnya,  ke dalam atau luar kota,  atau bahkan keluar negeri. Ini juga wajib dipertimbangkan.

Banyak ya ternyata kebutuhan biaya pendidikan anak. Itu belum termasuk vitamin yang dia harus konsumsi setiap hari.  Hihihi.  Pusing?  Sama.

Pentingnya Asuransi Pendidikan



Kebayang gak sih?  Setelah rencana yang kita susun ini matang,  tiba tiba ada musibah yang terjadi,  suami di PHK,  lalu sakit dan meninggal,  atau bahkan kecelakaan yang menghilangkan nyawa orang tua.  Gimana nasib anaknya ya? Apakah mereka masih bisa bersekolah hingga jadi sarjana?

Hal hal yang demikian mungkin saja terjadi pada kita.  Untuk itu,  selain asuransi jiwa,  asuransi pendidikan sama pentingnya untuk dimiliki mengingat pentingnya pendidikan anak kita. Mereka mau jadi apa nanti,  tergantung dari action kita saat ini. Kenapa pilih asuransi pendidikan?

Asuransi pendidikan menjamin keberlanjutan pendidikan anak kita
  • Preminya ringan dengan biaya pertanggungan yang cukup besar
  • Jangka waktu masa pertanggungan asuransi nya lebih panjang

Setelah tahu pentingnya asuransi pendidikan,  pertanyaan selanjutnya adalah dimana bisa dapat asuransi pendidikan yang aman,  nyaman dan menjamin keberlangsungan pendidikan anak kita dengan baik?

Nah kalo ini saya punya jawabannya. Langsung aja cek Sequis life yang memberikan banyak sekali jenis asuransi pendidikan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Ada apa aja sih?

1. Telepro Beasiswa Berjangka



Asuransi ini bertujuan mengamankan dana pendidikan si kecil dengan premi yang sangat murah yakni mulai dari 6500 per hari.

  1. Jangka waktu pertanggungan nya adalah 18 tahun namun kita cukup bayar premi selama 8 tahun saja.
  2. 150% uang pertanggungan akan dibayarkan jika kita meninggal karena kecelakaan,  dan 125% uang pertanggungan akan diberikan jika kita meninggal bukan karena kecelakaan.


2. Edu Plus



Asuransi Pendidikan yang satu ini merupakan kerjasama Sequis dan BRI,  yang mana menjamin dana pendidikan si kecil dengan masa pertanggungan 16 tahun dan masa bayar premi selama 10 tahun.


UP yang akan diberikan sebesar 150% untuk ahli waris jika kita meninggal bukan karena kecelakaan,  dan 200% jika kita meninggal karena kecelakaan.

3. Edu Plan



Kalo yang ini tuh hampir sama dengan telepro,  bedanya uang pertanggungan yang diberikan lebih besar yakni 150% dan 200% untuk ahli waris yang ditinggalkan karena kecelakaan maupun bukan karena kecelakaan.


Keunggulannya adalah ada dana tunai yang akan disetorkan pada nasabah sebesar 150% sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan. Biaya preminya mulai dari 8.900 per hari lho.

4. Sequis Global Eduplan



Nah asuransi pendidikan yang ini menggabungkan beberapa jenis dari produk yang dimiliki oleh Sequis nih.  Memiliki nilai tunai dengan jangka waktu yang fleksibel.


Tersedia banyak plan yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan kita.  Jadi tenang menyiapkan dana pendidikan untuk si kecil.

Nah,  itu dia produk yang disediakan oleh Sequis nih,  kenapa pilih Sequis?  Karena perusahaan mereka sudah bertaraf internasional dan terjamin oleh OJK. Kita bisa tenang menyiapkan dana pendidikan anak anak tanpa khawatir dengan yang terjadi di masa yang akan datang.

0 comments:

Posting Komentar

Windah Saputro. Diberdayakan oleh Blogger.